IndonesiaBuzz: Solo, 22 Desember 2024 – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi meluncurkan uji coba Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) di Kota Solo, Minggu (22/12/2024). Program ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah.
Gerakan Gradasi mengusung pendekatan berbasis agama dan lingkungan yang memungkinkan masyarakat bersedekah melalui pengelolaan sampah. Program ini mendapat dukungan internasional, termasuk dari Uni Emirat Arab (UEA), untuk pengelolaan sampah laut. Targetnya adalah mengelola 5.000 ton sampah plastik dari sungai-sungai di Indonesia dan mengurangi kebocoran plastik ke laut hingga 42 persen pada 2025.
Solo sebagai Pilot Project
Kota Solo dipilih sebagai lokasi uji coba karena dilintasi Bengawan Solo, salah satu sungai terbesar di Jawa yang berkontribusi signifikan terhadap pencemaran laut. Selain Solo, uji coba juga direncanakan diterapkan di Bekasi, Sidoarjo, Surabaya, dan Denpasar.
“Berdasarkan studi BRIN, setidaknya ada 11 sungai di Jawa yang menyumbang sampah ke lautan, salah satunya Bengawan Solo. Itu sebabnya Solo dipilih untuk uji coba program ini,” ujar Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan, Rofi Alhanif, dalam acara yang berlangsung di Pendapi Gede Solo, Jalan Jenderal Sudirman.
Konsep Ekonomi Sirkular
Gerakan Gradasi mengedepankan konsep ekonomi sirkular, di mana masyarakat didorong untuk memilah dan mendaur ulang sampah. Menurut Rofi, pengelolaan sampah dari hulu sangat penting untuk mengurangi limbah plastik.
“Kami ingin mengurangi sampah dari hulunya. Plastik, sisa pangan, atau sampah bernilai ekonomi lainnya bisa diolah sehingga memberikan manfaat,” jelas Rofi.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat dapat bersedekah dengan sampah yang dikelola. “Dulu harus punya uang untuk bersedekah, sekarang cukup dengan mengelola sampah. Nilai ibadahnya tetap sama,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah Kota Solo
Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia berkomitmen untuk memetakan wilayah potensial sebagai lokasi pelaksanaan dan memastikan keberlanjutan program.
“Jika program ini berkelanjutan, saya yakin akan efektif. Setiap rumah tangga tidak hanya mengumpulkan tetapi juga memilah sampah. Komitmen kepala daerah sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan ini,” kata Teguh.
Uji coba Gerakan Sedekah Sampah Indonesia dimulai pada Desember 2024. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pengelolaan sampah di Indonesia, sekaligus memperkuat kampanye pengurangan limbah plastik. @wara-e





