IndonesiaBuzz: Wonogiri, 1 September 2026 – Inovasi Smart Respon yang dikembangkan Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Kabupaten Wonogiri mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono saat mengikuti focus group discussion (FGD) di Ruang Kahyangan, Kompleks Setda Wonogiri, Senin (31/8/26).
Kunjungan Budi ke Wonogiri merupakan bagian dari evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Dalam kesempatan tersebut, Budi menilai Pemkab Wonogiri telah menjalankan pembangunan kependudukan secara progresif, salah satunya melalui pengembangan Smart Respon.
Menurut Budi, aplikasi tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong pembangunan berbasis data kependudukan secara lebih presisi. Integrasi data dinilai penting agar kebijakan dan program pemerintah dapat diarahkan kepada sasaran yang tepat.
“Pemkab juga sudah menyusun aplikasi Smart Respon. Ini sesuai keinginan pemerintah pusat, di mana pemerintah harus bisa memperhitungkan secara presisi pelaksanaan pembangunan berbasis kependudukan,” kata Budi.
Budi menilai Smart Respon memiliki potensi untuk dikembangkan dan diterapkan di daerah lain. Meski sejumlah kabupaten dan kota telah memiliki sistem pengelolaan data serupa, dia menilai penerapan Smart Respon di Wonogiri memiliki karakteristik tersendiri.
“Seperti di Surabaya ada, tapi di Wonogiri ini cukup istimewa,” ujarnya.
Budi mengatakan pemerintah pusat membuka peluang dukungan bagi daerah yang memiliki inovasi sejalan dengan kebijakan pembangunan kependudukan. Dukungan tersebut antara lain dapat diberikan melalui Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Menurutnya, inovasi daerah yang menunjukkan kemajuan dan memiliki keterkaitan dengan program pemerintah pusat berpeluang mendapatkan dukungan yang lebih baik.
Hal tersebut sekaligus menjadi peluang bagi Wonogiri untuk memperkuat pengembangan Smart Respon agar dapat mendukung pelaksanaan program kependudukan secara lebih efektif.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan Smart Respon menjadi salah satu inovasi unggulan daerah dalam memperkuat penanganan persoalan kependudukan.
Setyo menjelaskan aplikasi tersebut mendorong perubahan dari pengelolaan data secara manual menuju sistem data yang terintegrasi. Dengan basis data yang lebih terintegrasi, pemerintah dapat menentukan sasaran program sekaligus mengalokasikan anggaran secara lebih tepat.
“Smart Respon mampu membangun transformasi budaya kerja baru, meng-upgrade data manual menjadi data terintegrasi, yang menjadikan prioritas sasaran dan anggaran semakin tepat,” kata Setyo.
Menurut dia, integrasi data tersebut juga mendukung pelaksanaan program intervensi terpadu, terutama dalam program Keluarga Berencana dan penyaluran bantuan sosial.
Selain pengembangan Smart Respon, Pemkab Wonogiri juga mencatat capaian dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana.
Kabupaten Wonogiri berhasil meraih Apresiasi Pengelola Program KB Tahun 2026 (Parasamya Karya Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai Terbaik Pertama Kategori Umum.
Capaian tersebut mengantarkan Wonogiri untuk melanjutkan penilaian Parasamya Karya Kencana di tingkat nasional.
Setyo berharap penghargaan di tingkat provinsi tersebut tidak berhenti sebagai capaian administratif, tetapi menjadi pemacu bagi pengelola program KB untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan raihan tersebut, kiranya akan menjadi motivasi bagi kami, para pengelola program KB di Kabupaten Wonogiri, untuk selalu meningkatkan capaian kualitas pelayanan Keluarga Berencana,” ujarnya.
Pengembangan Smart Respon dan capaian program KB tersebut menjadi bagian dari upaya Wonogiri memperkuat pembangunan kependudukan berbasis data. Dengan integrasi data yang semakin baik, pemerintah daerah diharapkan dapat merancang intervensi dan mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat sesuai kebutuhan masyarakat.







