IndonesiaBuzz: Solo, 8 Oktober 2025 – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pemerintah kabupaten dan kota di provinsi itu membuka posko aduan 24 jam terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Posko ini bertujuan melayani warga, melakukan pengecekan, serta menanggapi kejadian darurat yang terkait program MBG.
“Posko ini digunakan, pertama untuk pengaduan, kedua untuk pengecekan, ketiga untuk tanggap kesegeraan. Jadi posko menjadi media informasi sekaligus penetrasi quick response apabila terjadi apa-apa,” ujar Luthfi saat mengunjungi salah satu SPPG di Solo, Kamis (8/10/25).
Luthfi menjelaskan posko MBG menjadi tanggung jawab dinas kesehatan, dan pembentukannya sudah mendapat izin dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Sebelumnya, Pemprov Jateng melakukan koordinasi dengan BGN pada Senin (6/10/25).
“Ini menjadi model untuk wilayah kami. Selama 24 jam, posko Dinas Kesehatan harus ada petugas. Wali Kota dan Bupati sudah membahas ini dalam rapat kemarin,” tambah Gubernur.
Koordinator Regional SPPG Jateng, Reza M, menambahkan Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi percontohan karena memiliki posko aduan, sehingga respon cepat terhadap aduan warga bisa dijalankan dengan baik.
Sebelumnya, Pemkot Solo telah melakukan berbagai upaya menjaga kualitas program MBG, termasuk memastikan zero accident atau nol kesalahan dalam pelaksanaan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Kesehatan rutin melakukan inspeksi mendadak untuk memeriksa bahan pangan yang digunakan dalam program MBG.
Selain itu, Pemkot Solo bersama Satgas MBG membuka layanan aduan melalui Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS). Setiap masukan dari warga akan diteruskan ke BGN untuk ditindaklanjuti.
“Harapannya, jika BGN menyetujui, orang tua penerima manfaat dapat berkunjung ke dapur SPPG untuk ikut mengawasi bersama. Ini untuk membangun kepercayaan masyarakat, karena ada orang tua yang khawatir mengenai program MBG bagi anaknya,” ujar Wali Kota Solo Respati Ardi.
Program posko aduan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan anak-anak penerima MBG mendapatkan makanan yang aman, bergizi, dan higienis. (red)







