IndonesiaBuzz: Wonogiri, 2 Juli 2025 – Sebanyak 294 Koperasi Merah Putih tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Wonogiri resmi berbadan hukum setelah menerima akta notaris koperasi, Selasa (1/7). Penyerahan dilakukan dalam acara kontak bisnis Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.
Acara tersebut mempertemukan para pengurus koperasi dengan sejumlah BUMN dan BUMD guna menjajaki kemitraan bisnis. Pemerintah Kabupaten Wonogiri memfasilitasi pertemuan ini sebagai bentuk dukungan konkret terhadap koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.
“Langkah ini menunjukkan komitmen kami untuk menjembatani koperasi desa agar dapat mengakses distribusi dan pembiayaan dari institusi besar. Harapan kami koperasi ini tidak sekadar didirikan, tetapi juga mampu secara nyata menguatkan perekonomian desa,” kata Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Setyo menambahkan, sesuai arahan pemerintah pusat, seluruh desa di Kabupaten Wonogiri diharapkan memiliki koperasi sebagai instrumen percepatan ekonomi lokal. Koperasi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nyata warga desa, seperti menyediakan gerai sembako, apotek, layanan simpan pinjam, klinik, cold storage, hingga logistik.
Pemkab Wonogiri berkomitmen mendukung pengembangan koperasi melalui pelatihan SDM, pendampingan manajerial, serta fasilitasi akses modal melalui APBN, APBD, APBDes, dan program CSR dari perusahaan setempat.
Meski demikian, Setyo mengakui bahwa soal skema permodalan koperasi belum dapat dijelaskan secara rinci, karena pemerintah pusat belum menerbitkan petunjuk pelaksanaan dan teknis. Ia memastikan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Wonogiri kini telah memiliki koperasi yang sah secara hukum.
Lebih lanjut, Setyo menyebut koperasi merah putih dapat berperan sebagai distributor barang-barang bersubsidi seperti elpiji 3 kg dan pupuk subsidi. Namun ia belum dapat memastikan apakah koperasi akan mendapat hak eksklusif dalam distribusi tersebut.
“Kami pemerintah daerah berharap jangan sampai terjadi monopoli karena akan mematikan ekonomi di desa. Saat ini penyaluran barang subsidi masih dilakukan oleh warga desa melalui kios pupuk dan pangkalan elpiji. Kami ingin koperasi hadir sebagai penguat, bukan pengganti,” tegasnya. (Red/Humas)
Dapatkan breaking news dan pilihan berita terbaik langsung di ponselmu. Akses sekarang di IndonesiaBuzz.com WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VbB0Pi6GpLHNXUg9xv0g







