Indonesiabuzz.com : Gresik, 8 Mei 2024 – Adalah FA (42) warga Cerme, Gresik, Jawa Timur yang tega mencabuli dua anak tirinya yang masih di bawah umur. Parahnya, hal tersebut telah ia lakukan selama 2 tahun.
Kelakuan bejat FA yang telah mencabuli kedua putri tirinya yang masih berusia 17 dan 13 tahun tersebut ia lakukan sejak dirinya menikahi ibu kandung kedua korban.
Perbuatan pelaku tersebut terbongkar setelah salah satu teman ayah kandung korban yakni ZA (31) bertamu di rumah korban pada Kamis (14/4/2024) lalu. Saat itu, ZA memperhatikan korban yang berwajah murung dan sedih. Dari situ, ZA kemudian menanyakan apa yang membuat mereka bersedih. Korban pun menceritakan perlakuan yang mereka dapatkan dari ayah tirinya selam 2 tahun terakhir.
Atas cerita korban,kemudian ZA melaporkannya kepada ayah kandungnya. Tak terima kedua putrinya dicabuli oleh FA, ayah kandungnya pun meminta ZA untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
“Iya benar, kita sudah terima laporan soal itu, sudah kita amankan pelakunya,” kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.
Atas laporan yang masuk, Sat Reskrim Polres Gresik kemudian menangkap FAdan masih terus mendalami dan mengembangkan kasus tersebut.
Demi melancarkan aksinya, FA memberikan ancaman kepada dua anak tirinya, hingga memberi iming-iming uang jajan lebih.
“Dari pemeriksaan awal, kedua korban ini diancam hingga dijanjikan uang jajan lebih,” kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.
Aldhino melanjutkan, karena seringnya tindakan tersebut dilakukan, pelaku sampai tidak ingat telah berapa kali melakukan aksi bejatnya kepada kedua korban.
“Perbuatan pelaku ini sudah muncul sejak menjalin pernikahan dengan istrinya dua tahun silam. Yang tidak lain adalah ibu kandung korban. Dari keterangan tersangka, terakhir kali melakukan hubungan badan dengan korban pada April lalu,” terangnya.
Tersangka melakukan perbuatannya dengan memanfaatkan kesibukan istrinya yang bekerja sebagai penjaga warung. Saat kondisi rumah sedang sepi, pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.
“Biasanya pada siang-sore hari. Saat korban baru pulang sekolah dan kondisi rumah dalam keadaan sepi,” jelas Aldhino.
Pihaknya masih menunggu untuk bisa mendapatkan keterangan dari korban. Saat ini, korban masih menjalani trauma healing untuk proses pemulihan kondisi psikis.
“Menunggu korban benar-benar siap untuk memberikan keterangan. Yang pasti pelaku sudah kami amankan di rutan Mapolres Gresik untuk proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Puthut-Red)







