IndonesiaBuzz: Wonogiri, 11 Juni 2025 – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu kembali membuahkan hasil. Usulan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Selomoyo, Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo, telah mendapatkan restu dari pemerintah pusat.
Sekolah rakyat ini dirancang sebagai lembaga pendidikan terpadu yang akan menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMK. Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung negara, sehingga seluruh proses belajar-mengajar dapat diakses secara gratis oleh anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Anton Tiyas Harjanto, menyampaikan bahwa verifikasi terhadap lahan yang diusulkan telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Hasilnya, calon lokasi di Selomoyo dinyatakan layak dan mendapat persetujuan.
“Selanjutnya kami menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Rencananya, Jumat besok pihak Kementerian Pekerjaan Umum akan kembali mengunjungi lokasi,” ujar Anton saat diwawancarai pada Selasa (10/6/2025).
Pemkab Wonogiri sebelumnya telah memaparkan kesiapan lahan di hadapan pemerintah pusat pada 16 April lalu. Lahan seluas 7,6 hektare tersebut merupakan bekas kawasan taman wisata yang kini dimiliki secara sah oleh pemerintah daerah. Selain kelengkapan legalitas, desain bangunan dan site plan telah disiapkan lengkap dengan proyeksi daya tampung siswa: enam rombongan belajar (rombel) untuk SD, 12 rombel SMP, dan 12 rombel SMK.
Pembangunan sekolah rakyat ini termasuk dalam program tahap II B yang disetujui bersama dengan 21 kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Anggaran yang disiapkan untuk proyek ini mencapai Rp180 miliar dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menegaskan bahwa pemilihan kawasan Selomoyo bukan tanpa alasan. Selain memenuhi syarat teknis dan administratif, lokasi ini dianggap strategis untuk menjangkau siswa dari wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Wonogiri.
“Kami ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas secara cuma-cuma. Sekolah ini juga akan menjadi sekolah berasrama dari jenjang SD sampai SMK, agar bisa menjangkau anak-anak dari pelosok desa,” ungkap Setyo.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Wonogiri dalam menanggulangi kemiskinan melalui pendidikan. Dengan fasilitas lengkap dan sistem pembelajaran terintegrasi, sekolah ini menjadi harapan baru bagi generasi muda Wonogiri yang selama ini terkendala akses pendidikan.







