IndonesiaBuzz: Ngawi, 31 Maret 2026 – Ancaman krisis Bahan Bakar Minyak ( BBM ), kini mulai diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini tidak lepas adanya instruksi terkait efisiensi BBM, dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ke dunia pendidikan di Jatim.
Menindaklanjuti adanya instruksi dari Gubernur Jatim tersebut, salah satu Kepala Sekolah SMA di Kabupaten Ngawi, langsung menunjukkan aksi nyata, dengan bersepeda ke sekolah. Aksi ini dilakukan oleh Andrias, Kasek SMA Negeri 1 Kedunggalar, Ngawi, pada Senin pagi (30/3/26).
“jadi, hari ini itu pas hari pertama anak-anak masuk sekolah setelah Hibur Lebaran. Jadi, instruksi dari Bapak Kadis Pendidikan, Provinsi Jawa Timur, dan Ibu Gubernur Jawa Timur, diharapkan seluruh lembaga sekolah memberikan sebuah contoh efisiensi BBM. Untuk itu, saya memberi contoh, berangkat ke sekolah dengan sepeda kayuh,” terang Andrias.
Dan untuk aksi bersepeda ke sekolah ini, Andrias harus berangkat lebih pagi. Hal ini mengingat jarak dari rumahnya di Ds. Klitik, Geneng, ke sekolah yang berada di Kawu, Kedunggalar, harus menempuh jarak 15 Kilometer. Sedangkan untuk waktunya mencapai 30 menit.
“ya tadi saya berangkat lebih awal, karena jarak dari rumah ke sekolah sejauh 15 kilometer, untuk waktunya tadi sampai 30 menitan. Kalau naik kendaraan 15 menit sudah sampai sekolah. Ya kalau di bilang capek ya capek, tapi ini sudah saya niati untuk memberikan contoh ke guru dan siswa di sekolah saya,” jelasnya.
Selain, Kepala Sekolah, aksi peduli ini juga dilakukan oleh guru dan siswa SMAN 1 Kedunggalar, yang rumahnya masih terjangkau dengan sekolahan.
“kami berharap anak-anak di SMA Negeri Satu Kedunggalar bisa memberikan sebuah kontribusi yang bagus, positif, guna untuk mengefisiensi BBM. Jadi, untuk para guru dan anak-anak yang rumahnya dekat, yang bisa dijangkau, anak-anak bisa jalan kaki atau pakai sepeda ontel. Jadi, berharap secara tidak langsung kegiatan ini juga membawa dampak yang cukup signifikan terkait green school atau sekolah hijau,”ungkapnya.
Sedangkan bagi pelajar yang ke sekolah naik sepeda kayuh itu, tidak merasa keberatan, selain sambil berolahraga, aksi ini juga mampu menghemat uang saku mereka.
“saya tadi ke sekolah naik sepeda ontel, karena rumah saya tidak sampai satu kilometer. Ya biasanya naik motor, tapi karena kemarin di bilangi bu guru untuk hemat BBM, saya naik sepeda. Ya selain olahraga, ini bisa menghemat uang saku, karena tidak beli bensin motor,” ucap Irfan, siswa SMAN 1 Kedunggalar.
Pihak sekolah berharap, adanya aksi efisiensi BBM yang dilakukan SMAN 1 Kedunggalar, Ngawi, ini mampu mengajak seluruh masyarakat khususnya bagi pelajar pelajar, untuk bersekolah dengan bersepeda. Selain mampu mengurangi polusi juga sebagai upaya untuk mengurangi kebutuhan terhadap BBM.







