IndonesiaBuzz: Boyolali, 10 Oktober 2023 – Sebanyak 149 monyet ekor panjang berhasil ditangkap oleh warga Tamansari, Boyolali, dalam kurun waktu 40 hari terakhir. Penangkapan tersebut dilakukan di Desa Sangup dan Desa Lanjaran.
Menurut Camat Tamansari, Suyanta, dari total monyet yang berhasil ditangkap, sebanyak 146 ekor ditemukan di Desa Sangup, sementara tiga ekor sisanya berhasil ditangkap di Desa Lanjaran. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 ekor monyet telah diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali untuk selanjutnya diantar ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Sebelumnya, monyet-monyet ini hanya diberi tanda dengan cat dan dilepasliarkan, namun metode tersebut dianggap tidak efektif. Oleh karena itu, Suyanta bersama warga setempat menciptakan program dengan membuat perangkap untuk menangkap monyet tanpa membunuh atau menyiksa.
“Sejak meletusnya Gunung Merapi pada 2010 itu, monyet ekor panjang turun gunung karena di sana panas dan tidak ada makanan,” ujar, Suyanata kepada wartawan, Selasa (10/10/2023).
Suyanta menjelaskan bahwa monyet ekor panjang turun dari Gunung Merapi sejak meletus pada tahun 2010 karena kondisi di atas gunung yang panas dan kekurangan makanan. Para petani di Tamansari, yang selama 13 tahun terganggu dan sering gagal panen akibat serangan monyet, diajak untuk membuat perangkap kandang dengan kayu dan bambu.
Metode ini dianggap sesuai dengan aturan pemerintah karena bertujuan melindungi satwa liar. Pemerintah kecamatan juga memberikan stimulus kepada warga, dengan memberikan bonus per ekor Rp50.000 bagi yang berhasil menangkap monyet menggunakan perangkap. Stimulus tersebut telah memberikan hasil, berhasil menangkap total 149 monyet ekor panjang selama satu bulan terakhir.
Pada kesempatan ini, Pemerintah Kecamatan Tamansari juga menyerahkan lima monyet ekor panjang ke petugas DLH Boyolali untuk selanjutnya diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
Lurah Sangup, Triyono, menyampaikan bahwa keberadaan monyet ekor panjang telah meresahkan warga selama melakukan bercocok tanam sejak tahun 2010. Warga bahkan enggan menanam sayuran kesukaan monyet seperti tomat, jagung, padi, dan lainnya. Monyet juga telah memasuki pemukiman warga, yang dulunya hanya terbatas di ladang-ladang.
“Turun dari gunung kan 2010, itu masih di lahan pertanian. Terus pindah ke halaman rumah warga sekitar 2015,” katanya.
Sejak awal September 2023, Pemerintah Kecamatan Tamansari telah mengambil tindakan dengan membuat jebakan monyet menggunakan bambu dan kayu. Jebakan tersebut diletakkan di dalam tanah dengan pintu yang terbuka. Di dalam kandang terdapat makanan, dan saat monyet masuk, pintu akan otomatis tertutup. Program ini telah memberikan hasil positif, di mana warga Sangup berhasil menangkap 146 monyet ekor panjang dalam sebulan.
Sekretaris DLH Boyolali, Suraji, menjelaskan bahwa monyet ekor panjang yang tertangkap akan ditempatkan di cagar alam sebagai langkah dalam konteks konservasi. Konflik antara satwa liar dan masyarakat terjadi di berbagai wilayah, dan DLH berperan sebagai penyelamat untuk menyelamatkan monyet dari area konflik seperti di Desa Sangup.
“Dalam konteks konservasi, ini adalah konflik satwa liar dengan masyarakat dan sebenarnya ini terjadi di mana-mana. Kami dari DLH selaku rescuer, menyelamatkan monyet ini dari area konflik seperti di Desa Sangup,” jelasnya.







