IndonesiaBuzz: Pojok Milenial – Empat tahun kuliah, jungkir balik ngerjain tugas, skripsi, sampai rela begadang di perpustakaan, ternyata tidak menjamin gaji besar saat masuk kerja. Banyak milenial justru mengaku gaji pertama mereka setara uang saku anak magang.
Fenomena ini ramai dibahas di media sosial. Unggahan tentang ijazah yang tidak sebanding dengan gaji jadi bahan sindiran sekaligus curhat massal. Banyak yang merasa kuliah panjang hanya berakhir pada slip gaji dengan angka minimalis.
Biaya kuliah yang terus naik juga menambah beban. Orang tua merogoh kocek dalam-dalam, tapi setelah lulus, anaknya hanya menerima gaji yang bahkan belum cukup menutup cicilan laptop baru.
Di dunia kerja, realita ini sering membuat generasi milenial merasa terjebak. Gelar sarjana tidak selalu membuka pintu lebar, malah sering hanya jadi syarat administratif untuk posisi entry level dengan gaji pas-pasan.
Sindiran “kuliah 4 tahun, gaji kayak magang” akhirnya jadi gambaran pahit. Antara biaya pendidikan yang mahal, persaingan kerja yang ketat, hingga upah yang minim, milenial dipaksa memutar otak mencari jalan lain. Ada yang memilih freelance, ada yang buka usaha kecil-kecilan, sisanya masih berharap ada keajaiban dari slip gaji bulanan.







