Indonesiabuzz.com : Boyolali, 3 Januari 2025 – Memasuki bulan Ruwah JE 1958 yang jatuh tepat pada 31 Januari lalu, Kraton Surakarta menggelar tradisi sadranan (ziarah) makam leluhur di makam Sri Makurung Prabu Handayaningrat yang terletak di kel. Dukuh, kec. Banyudono, kab. Boyolali, JawaTengah, Senin (3/2/2025) siang.
Diberitakan sebelumnya bahwa sadranan di Makam Sri Makurung Prabu Handayaningrat ini dilakukan pada hari yang sama setelah sebelumnya rombongan Kraton Surakarta melaksanakan sadranan di Makam Kyai Ageng Henis yang terletak di kota Surakarta, paginya.
Dengan dihadiri oleh Pengageng Parentah Keputren Kraton Surakarta GKR Alit, kemudian adik perempuan SSISKS Pakoe Boewono XIII yakni Gusti Menul, kemudian anak perempuan SSISKS Pakoe Boewono XIII GRAy. Putri Purnaningrum beserta suaminya KRA. Rizki Baruna Ajidiningrat, gelaran acara sadranan ini berlangsung dengan sakral dan khidmat.

KRA. Rizki Baruna Ajidiningrat mengungkapkan bahwa acara ini dilakukan rutin, mengawali bulan Ruwah JE 1958.
“Sadranan ini kami lakukan secara rutin untuk mengawali bulan Ruwah tahun JE 1958,” ungkapnya.
“Esensi kegiatan ini salah satunya adalah untuk mengawali hal-hal baik kedepannya dan tentunya juga merupakan sebuah bentuk penghormatan kepada para leluhur Mataram Islam,” pungkasnya.
Diawali dengan Pengageng Parentah Keputren GKR Alit yang menaburkan bunga, dilanjutkan oleh Gusti Menul, kemudian GRAy. Putri Purnaningrum, KRA. Rizki Baruna Ajidiningrat, dan diakhiri oleh para Abdi dan Sentono Dalem Kraton Surakarta, gelaran sadranan di Makam Sri Makurung Prabu Handayaningrat berakhir pada sore hari, sekiranya pukul 15.00 WIB. (Puthut-Red)







