IndonesiaBuzz: Wonogiri, 20 Agustus 2026 – Reuni lintas angkatan dan lintas jurusan yang digelar alumni SMP Negeri 1 Wonogiri dan SMA Negeri 1 Wonogiri menjadi lebih dari sekadar ajang temu kangen. Melalui wadah Wonogiren Top (Wontop) Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar), para alumni menyatakan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Wonogiri melalui gagasan, jejaring, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam reuni yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Sabtu (18/7/26), yang mempertemukan alumni dari berbagai angkatan dan profesi yang kini berkiprah di wilayah Solo, Yogyakarta, dan Semarang.
Ketua Panitia Reuni, Subiyono, menjelaskan bahwa Wontop Joglosemar merupakan paguyuban alumni lintas generasi dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari akademisi, birokrat, pelaku usaha, hingga praktisi di berbagai bidang.
Meski sebagian besar berdomisili di luar Kabupaten Wonogiri, para alumni, kata dia, tetap memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap daerah asalnya.
“Melalui reuni ini kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang diskusi dan dialog dengan Pemkab Wonogiri agar alumni dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Subiyono.
Menurutnya, kekuatan jejaring alumni menjadi modal sosial yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah apabila disinergikan dengan program pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memaparkan kondisi terkini Kabupaten Wonogiri sekaligus menjelaskan arah pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Ia menyampaikan bahwa visi pembangunan Wonogiri adalah mewujudkan daerah yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Visi tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program prioritas, antara lain menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, mengembangkan sektor ekonomi kreatif, meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, memperkuat birokrasi yang adaptif, membangun sumber daya manusia yang unggul, serta menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.
Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para alumni yang memiliki pengalaman dan kompetensi di berbagai bidang.
Menanggapi paparan pemerintah daerah, Wontop Joglosemar menyatakan kesiapan untuk mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan Kabupaten Wonogiri.
Paguyuban alumni tersebut berencana membentuk sebuah tim yang bertugas menyusun berbagai program, gagasan, serta rekomendasi strategis yang nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pembangunan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah daerah dan komunitas alumni dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
“Harapan kami pada Wontop Joglosemar, semoga tetap memiliki rasa Rumangsa Melu Handarbeni terhadap Kabupaten Wonogiri, terpanggil untuk bersinergi dan berkontribusi dengan program yang ada, sebagaimana tema pertemuan kali ini, Merajut Persaudaraan dan Mempererat Tali Silaturahmi,” ujar Setyo Sukarno.
Selain menjadi momentum mempererat hubungan antarsesama alumni, kegiatan reuni juga diisi dengan berbagai aktivitas yang mengedepankan gaya hidup sehat.
Para peserta mengikuti demonstrasi senam sehat dan Parade Jalan Nordik yang dipandu Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Badan Pimpinan Cabang Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus ajakan kepada para alumni untuk menerapkan pola hidup aktif dan sehat.
Melalui reuni yang dikemas dengan dialog pembangunan dan aktivitas kebersamaan, Wontop Joglosemar tidak hanya memperkuat ikatan antargenerasi alumni, tetapi juga menunjukkan bahwa komunitas alumni dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan Kabupaten Wonogiri yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)






