SURAKARTA, 7 Juni 2025 – Suasana di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta siang ini mencapai puncaknya, terlihat antusias ribuan warga dan wisatawan berdesakan untuk menyaksikan mata mereka tak lepas dari iring-iringan sentono dan abdi dalem menuju masjid Agung Kraton Kasunanan Surakarta, Acara ini merupakan Hajad Dalem Sri Susuhunan Pokoe Boewono XIII. (7/6/25)Sabtu Siang.

Masyarakat berebut Gunungan dalam Grebeg Besar Kraton Kasunanan Surakarta 2025
Puncaknya, perhatian tertuju pada Dua gunungan megah, Gunungan Kakung, Gunungan Estri, yang menjadi simbol kemakmuran dan keberkahan.
Tepat pukul 11.00 WIB, setelah doa dipanjatkan oleh para abdi dalem dan Pangeran Keraton, tanpa aba-aba Seketika, hiruk pikuk tak terhindarkan. Massa yang tadinya tertib, kini bergerak bak gelombang tsunami, merangsek maju berebut isi gunungan. Teriakan “Allahu Akbar!” dan “Amin!” bersahutan, mengiringi tangan-tangan yang dengan sigap meraih aneka hasil bumi yang tersusun rapi, ada sayuran, buah-buahan, hingga jajanan pasar. Gunungan Kakung, dengan puncaknya yang menjulang tinggi, menjadi sasaran utama. Tak butuh waktu lama, susunan nasi tumpeng, sayuran, dan lauk-pauknya ludes dalam hitungan menit. Beberapa warga bahkan nekat memanjat gunungan, tak peduli dengan peringatan dari petugas keamanan. Mereka percaya, mendapatkan bagian dari gunungan, sekecil apapun, akan membawa berkah dan keberuntungan setahun ke depan.
Di sisi lain, Gunungan Estri juga tak kalah ramainya. Kaum ibu dan anak-anak terlihat antusias memperebutkan jajanan pasar dan hasil bumi yang lebih mudah dijangkau. Senyum semringah terpancar dari wajah-wajah yang berhasil membawa pulang “harta karun” dari gunungan. Meski sempat terjadi dorong-mendorong, bahkan beberapa insiden kecil seperti sandal terlepas atau topi terjatuh, namun suasana secara keseluruhan tetap kondusif. Petugas keamanan dari kepolisian dan keraton sigap mengamankan jalannya prosesi, memastikan tidak ada hal yang membahayakan. Semangat kebersamaan dan kegembiraan jauh lebih dominan dibanding desak-desakan.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, kedua gunungan itu pun ludes tak bersisa, hanya menyisakan kerangka bambu. Ribuan warga mulai membubarkan diri, membawa serta potongan-potongan gunungan yang mereka yakini membawa berkah. Bagi mereka, berebut gunungan bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata dari keyakinan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sebuah pemandangan yang selalu dinanti dan menjadi daya tarik utama Grebeg Besar Keraton Surakarta.







