IndonesiaBuzz: Sragen, 19 Juni 2025 – Sebanyak 140-an sopir truk menggelar aksi solidaritas dalam rangka mendukung mogok nasional truk over dimension and over loading (ODOL), Kamis (19/6/2025). Aksi ini dipusatkan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Sragen, yakni Alun-alun Sentono Tangen dan ruas Jalan Solo–Purwodadi, tepatnya di wilayah Gemolong.
Di Alun-alun Sentono Tangen, sekitar 90 sopir truk yang tergabung dalam Komunitas Sopir Tangen (KST) dan Sedulur Driver Jenar (SDJ) berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka secara tertib. Aksi dilakukan dengan menyuarakan orasi oleh koordinator lapangan serta membentangkan media informasi bertuliskan dukungan terhadap kebijakan zero ODOL, namun dengan catatan perlunya regulasi yang adil dan berpihak pada sopir.
Koordinator aksi menegaskan bahwa para sopir sejatinya tidak menolak penerapan aturan zero ODOL yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan di jalan. Namun, mereka mengeluhkan bahwa kebijakan tersebut masih belum menyentuh akar permasalahan dan cenderung menjadikan sopir sebagai pihak yang paling dirugikan. Kekhawatiran juga mencuat terkait dampak ekonomi yang mungkin timbul, seperti lonjakan harga bahan pokok dan gangguan pada stabilitas tata niaga nasional.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB itu dipantau langsung oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen. Kepala Dishub Sragen, R. Suparwoto, menyebut bahwa jalannya aksi berlangsung aman dan tertib. Sekitar pukul 11.15 WIB, para peserta membubarkan diri dengan damai setelah aspirasi mereka disampaikan dan ditanggapi oleh Kasatreskrim Polres Sragen yang mewakili Kapolres Sragen.
Sementara itu, di wilayah Gemolong, sekitar 50 truk terparkir di kanan dan kiri Jalan Solo–Purwodadi, dari simpang empat Gemolong hingga perbatasan Kalijambe. Kondisi ini sempat menyebabkan kemacetan sepanjang 1–2 kilometer. Kapolsek Gemolong, AKP Liyan Prasetyo, turun langsung ke lokasi untuk mengurai kemacetan dan berdialog dengan para sopir.
“Truk-truk itu parkir menunggu rekan-rekannya sebelum melanjutkan perjalanan ke Solo untuk mengikuti aksi mogok truk ODOL. Saya arahkan mereka untuk segera melanjutkan perjalanan agar arus lalu lintas kembali normal. Proses ini memakan waktu sekitar 30 menit,” ungkap Liyan.
Ia memastikan penanganan berlangsung aman dan tertib, tanpa insiden yang mengganggu ketertiban umum. Lalu lintas di kawasan tersebut kembali lancar setelah para sopir melanjutkan perjalanan.







