IndonesiaBuzz: Travel&Staycation – Jogja selalu punya daya tarik yang bikin wisatawan jatuh cinta. Selain Malioboro, Prambanan, dan Borobudur, ada situs bersejarah lain yang tak kalah penting, yakni Ratu Boko.
Berlokasi sekitar 3 km dari Candi Prambanan, Ratu Boko bukan candi, melainkan istana kuno abad ke-8. Situs ini memiliki gapura megah, pendopo, kolam pemandian, hingga benteng pertahanan. Sayangnya, banyak orang masih keliru menyebutnya “Candi Ratu Boko.”
Nama Ratu Boko lekat dengan legenda Roro Jonggrang. Namun bagi arkeolog, situs ini diyakini sebagai pusat pemerintahan atau keraton, bukan tempat sembahyang utama. Artinya, Boko pernah menjadi pusat kekuasaan Jawa kuno.
Kini, Ratu Boko lebih populer sebagai spot sunset. Dari balik gapura, wisatawan bisa menyaksikan siluet matahari tenggelam yang dramatis. Foto ikonik ini kerap viral di media sosial, menjadikan Ratu Boko destinasi favorit turis lokal maupun mancanegara.
Meski begitu, banyak yang menilai sejarahnya kerap terabaikan. Pengunjung sering hanya datang untuk berburu foto, lalu pulang tanpa mengenal nilai budaya yang tersimpan.
Ratu Boko adalah ironi. Ia dibangun sebagai istana megah, namun kini lebih dikenal karena senja. Padahal, di balik batu-batu tua ini tersimpan jejak peradaban Jawa kuno yang seharusnya terus dirawat dan dikenang. @jjpamungkas







