IndonesiaBuzz: Bantul, 6 Vember 2023 – Raja Kraton Surakarta Hadiningrat, SISKS Pakoe Boewono XIII, memberikan pepancen (gaji) kepada juru kunci makam leluhur Dalem Kraton Surakarta di Kota Gede, Imogiri dan Banyu Sumurup, Minggu (5/11/2023). Gaji tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka yang menjaga dan merawat makam leluhur.
Acara penyerahan gaji tersebut dipimpin oleh Pangageng Parentah Kraton Surakarta, KGPH. Adipati Drs. Dipokusumo, M.Si., yang didampingi oleh Utusan Dalem KRAT. Sariyono Citronagoro, dan Nyi Mas Tumenggung Ana Muji Rahayu. Sekitar 70 juru kunci yang merupakan abdi dalem kraton Surakarta menerima gaji serta kain batik.
KGPH. Adipati Drs. Dipokusumo mengatakan, selain gaji, SISKS Pakoe Boewono XIII juga memberikan upah dan kepucah kepada utusan dalem apabila menjalankan tugas-tugas tertentu.
“Kepucah biasanya diberikan saat ada acara-acara besar seperti Wiyosan Tahun, Wiyosan Sepekenan, Wiyosan Jumenengan, dan kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan tata cara adat Kraton,” ungkapnya kepada Indonesiabuzz.com.
Ia juga menjelaskan, tradisi udik-udik menebarkan atau melemparkan uang logam merupakan bagian dari tradisi kraton Surakarta.
“Udik-udik itu diberikan pada saat Ingkang Sinuhun menggelar acara kirab dalem, seperti Jumenengan waktu lalu,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu juru kunci makam Imogiri yang menerima gaji adalah RT. Suradal Hastono Dipuro. Ia mengaku telah menjadi juru kunci sejak tahun 2003.

KGPH. Adipati Drs. Dipokusumo bersama KRAT. Sariyono Citronagoro, dan Nyi Mas Tumenggung Ana Muji Rahayu mempersiapakan gaji dan kain batik untuk para Juru Kunci.
Ia bertugas untuk membersihkan area pemakaman Imogiri dan menerima tamu dari masyarakat maupun tamu dari kraton Surakarta.
Ia mengucapkan terima kasih atas pemberian gaji dari Sinuhun dan Gusti Kanjeng Ratu. Ia mengatakan, gajian satu tahun sekali tidak dirasa malah terkumpul.
“Saya mewakili teman-teman juru kunci Imogiri dan lainnya mengucapkan terima kasih atas pemberian gaji dari Sinuhun dan Gusti Kanjeng Ratu. Gajian satu tahun sekali tidak dirasa malah mlumpuk (terkumpul) mas,” tutupnya. @indonesiabuzz







