IndonesiaBuzz: Karanganyar, 6 Mei 2025 — Praktik pungutan liar (pungli) berupa penarikan biaya sewa kain selendang di jalur pendakian Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, resmi dihentikan mulai Selasa (6/5/2025). Keputusan ini merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bersama Perhutani dan sejumlah pihak terkait.
Rakor yang difasilitasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) tersebut diikuti oleh Satpol PP, Diskominfo, Muspika, Koramil dan Polsek Jenawi, serta relawan Cetho (Reco). Jayadi, warga pengelola sewa kain selendang, turut hadir dalam rapat yang berlangsung di kawasan Candi Cetho.
Penghentian pungutan ini menyusul viralnya video di media sosial yang menunjukkan pendaki diminta membayar Rp5.000 untuk menyewa kain selendang sebelum diperbolehkan melanjutkan pendakian. Kain tersebut diwajibkan atas dasar menjaga kesakralan jalur yang dianggap sebagai tempat Mukso Prabu Brawijaya.
Kepala Disparpora Karanganyar, Hari Purnomo, menegaskan bahwa penarikan uang sewa selendang tidak memiliki izin resmi dan dinyatakan sebagai pungli. “Hasil rapat intinya pengelola yang dihadiri oleh Pak Jayadi memberikan pernyataan menghentikan dan menutup. Tidak ada lagi penarikan sewa di sana,” ujar Hari, dikutip dari Espos.
Hari menjelaskan, pengelolaan lokasi tersebut sebelumnya berada di bawah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Anggramanis. Namun sejak 10 Juni 2024, Perhutani telah menghentikan perjanjian kerja sama (PKS), sehingga segala bentuk pungutan semestinya dihentikan.
“Alhamdulillah sudah clear. Penarikan uang Rp5.000 oleh warga setempat atas nama Jayadi merupakan pungutan ilegal dan telah dihentikan. Pendaki tetap bisa naik tanpa harus membayar sewa kain selendang,” tegas Hari.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengimbau masyarakat dan pendaki untuk melaporkan segala bentuk pungutan liar di kawasan wisata dan konservasi. Upaya ini sebagai bagian dari menjaga kenyamanan dan kelayakan kawasan Gunung Lawu sebagai destinasi wisata spiritual dan alam.







