IndonesiaBuzz: Solo, 11 Juli 2025 — Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengungkapkan sejumlah program prioritas yang telah disusunnya tidak mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo. Penolakan tersebut berdampak langsung pada alokasi dana yang semula dialokasikan untuk merealisasikan berbagai program tersebut.
Dalam keterangannya kepada wartawan di sela kegiatan di Kecamatan Laweyan, Rabu (9/7/2025), Respati menyebut beberapa program penting seperti DPK Kelurahan, promosi kota melalui influencer dan media sosial, hingga permodalan Koperasi Merah Putih, tidak disetujui anggota dewan.
“Banyak yang dipotong, program-program saya banyak yang tidak disetujui oleh DPRD. Jadi yang DPK Musrenbangkel yang di bawah Wali Kota sebelumnya saya berikan ke DPK Kelurahan itu dihapus. Lalu untuk yang promosi kota melalui influencer, KOL, media sosial juga dihapus. Termasuk Rumah Siap Kerja, dan untuk permodalan Koperasi Merah Putih juga tidak diterima,” jelas Respati.
Respati menambahkan, dirinya belum memperoleh rincian lengkap terkait penolakan tersebut, karena yang hadir dalam rapat paripurna DPRD adalah Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Namun, ia memastikan bahwa proposal bantuan modal sebesar Rp15 juta per koperasi untuk program Koperasi Merah Putih sudah dipastikan ditolak.
“Koperasi Merah Putih yang Rp15 juta per kelurahan itu ditolak. Saya juga belum dapat laporan detail dari BPKAD, laporannya kan kemarin paripurna yang hadir PLH Sekda sama BPKAD, jadi saya belum kalkulasi berapa total anggaran yang ditolak, tapi mayoritas program saya memang ditolak oleh beberapa fraksi,” ujar Respati.
Kendati menghadapi tantangan tersebut, mantan Ketua HIPMI Solo ini menegaskan tidak akan menyerah. Ia berencana mencari alternatif pendanaan dari sponsor, dana corporate social responsibility (CSR), maupun pihak swasta lainnya agar program-program yang dianggap membawa manfaat langsung bagi masyarakat tetap berjalan.
“Tapi saya tidak putus asa, saya akan memutar otak. Program saya tetap harus berjalan. Tetap menggunakan sponsor, CSR, atau bantuan-bantuan dari pihak swasta. Tapi yang jelas, kita akan fokus pada pembahasan APBD murni. Saya akan memperjuangkan program-program yang dinanti oleh masyarakat dan membawa kesejahteraan bagi mereka,” tegas Respati.







