IndonesiaBuzz: Wonogiri, 10 Januari 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonogiri terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak mulai dilaksanakan pada awal 2025. Hingga awal Januari 2026, program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat tersebut telah menjangkau total 148.620 penerima di berbagai kelompok sasaran.
Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Wonogiri, Pandri Prabowo, mengatakan MBG di Wonogiri telah berjalan sekitar satu tahun dengan tren peningkatan baik dari sisi jumlah penerima maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program tersebut.
“Hingga saat ini, SPPG yang sudah beroperasi sebanyak 57 unit. Jumlah ini meningkat dibandingkan November 2025 yang masih 47 unit,” ujar Pandri.
Sebanyak 57 unit SPPG tersebut melayani 148.620 penerima yang terdiri atas anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita. Pandri menambahkan, jumlah SPPG akan terus ditingkatkan untuk memenuhi target penerima MBG di Kabupaten Wonogiri yang diproyeksikan mencapai 165.000 orang.
“Targetnya tahun ini seluruh sasaran penerima sudah mendapatkan program MBG,” tegasnya.
Dari sisi penyediaan bahan baku, Pandri menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di Wonogiri mayoritas memanfaatkan produk lokal. Sayuran, buah-buahan, dan beras disuplai oleh petani setempat yang tergabung dalam kelompok tani, sementara kebutuhan susu masih dipasok dari luar daerah.
Selain itu, program MBG tetap akan berjalan selama bulan Ramadan. Untuk menyesuaikan dengan waktu berpuasa, SPPG akan menyediakan makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sementara itu, Pasiter Kodim 0728/Wonogiri Kapten Jumadi menyampaikan bahwa secara keseluruhan jumlah SPPG yang tercatat di Kabupaten Wonogiri mencapai 97 unit. Seluruh SPPG tersebut tersebar di 25 kecamatan, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi masyarakat.
Dengan terus bertambahnya jumlah SPPG dan penerima manfaat, Program Makan Bergizi Gratis di Wonogiri diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari petani setempat.(@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







