IndonesiaBuzz: Solo 27 Juli 2025 – Seorang pria paruh baya berinisial HIW (54), warga Laweyan, Solo, meninggal dunia secara tragis setelah terlibat cekcok yang berujung pada aksi penganiayaan brutal di kawasan Jalan Sidoluhur, Laweyan, pada Sabtu (26/7/25) dini hari.
Kapolresta Solo melalui Kasatreskrim, AKP Prastiyo Triwibowo, mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat korban HIW terlibat adu mulut dengan seorang pria berinisial DS, yang kini telah diamankan sebagai terduga pelaku. Cekcok tersebut terjadi di sebuah angkringan tak jauh dari Masjid Sidoluhur.
“Saat itu suasana menegang karena keduanya terlibat adu mulut. Seorang saksi berinisial CW (19) sempat mencoba melerai, namun pertikaian masih berlanjut,” ujar AKP Prastiyo, Minggu (27/7/25).
Setelah sempat dilerai, DS sempat pergi meninggalkan lokasi menuju area depan masjid. Namun, korban HIW menyusul dari belakang, hingga perkelahian kembali terjadi, kali ini lebih hebat.
Dalam duel yang memanas itu, DS diduga melemparkan pasir ke arah wajah korban, lalu mengambil tangga bambu yang ada di sekitar lokasi dan melemparkannya ke tubuh HIW. Korban terjatuh dan dalam kondisi tersebut, pelaku justru terus menganiaya dengan cara menginjak-injak tubuh korban, bahkan memukulkannya dengan termos es batu yang ada di depan masjid.
Aksi tersebut sempat disaksikan warga sekitar, termasuk seorang saksi lain berinisial APP (17), yang mencoba menghentikan kekerasan. Namun, saat berhasil didekati, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak dan mengalami luka serius.
“Warga langsung memeriksa kondisi korban dan mendapati bahwa yang bersangkutan sudah tidak bernyawa. Pelaku sempat berusaha kabur, namun berhasil diamankan oleh warga dan diserahkan ke pihak kepolisian,” jelas Kasatreskrim.
Personel Polsek Laweyan bersama Tim SPKT Polresta Solo yang menerima laporan segera datang ke lokasi. Polisi mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa satu unit termos es batu dan tangga bambu yang digunakan dalam aksi kekerasan tersebut.
Kini, DS telah diamankan di Mapolresta Solo dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim. Polisi juga terus menggali keterangan dari saksi-saksi guna mengungkap motif di balik pertikaian yang berujung maut itu.
“Kami masih menyelidiki lebih lanjut. Proses hukum akan kami jalankan sesuai prosedur,” tegas AKP Prastiyo.







