IndonesiaBuzz: Swiss, 23 Januari 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangkaian pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/26).
Penandatanganan piagam tersebut dilakukan dalam forum yang dipimpin langsung oleh Donald Trump dan dihadiri sejumlah kepala negara serta kepala pemerintahan. Momen tersebut turut diwarnai interaksi akrab antara Trump dan Prabowo. Trump terlihat menyalami dan menepuk pundak Prabowo, sembari menyebut Presiden Indonesia itu sebagai sosok pria yang tangguh.
“Mereka berdua adalah pria yang tangguh,” ujar Trump saat memperkenalkan Prabowo dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang maju bersamaan untuk menandatangani piagam.
Berdasarkan siaran yang disiarkan melalui kanal YouTube Associated Press (AP), Trump memimpin langsung perkenalan Dewan Perdamaian dan memanggil satu per satu pemimpin dunia untuk menandatangani piagam tersebut. Setelah prosesi penandatanganan, Prabowo duduk di sisi kiri Trump.
Dalam sambutannya, Trump menegaskan bahwa pembentukan Dewan Perdamaian melibatkan banyak negara dan bersifat terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
“Hari ini, dunia lebih kaya, lebih aman, dan jauh lebih damai daripada satu tahun yang lalu,” kata Trump.
Trump juga mengklaim telah mengakhiri sejumlah konflik internasional dalam waktu singkat sejak menjabat kembali sebagai Presiden Amerika Serikat.
“Sebagai presiden, saya mengakhiri delapan perang dalam sembilan bulan, termasuk di Kamboja dan Tailand,” ujarnya.
Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tersebut, menurut pemerintah, akan dimanfaatkan untuk memperkuat peran aktif Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik global secara damai, termasuk dalam isu Palestina.
Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan proses transisi di Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two state solution), serta menolak segala bentuk pengaturan permanen yang mengabaikan hak hak rakyat Palestina.
Melalui partisipasi di Dewan Perdamaian, Indonesia juga akan terus menyuarakan penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, pembukaan akses kemanusiaan, serta pemulihan tata kelola sipil Palestina sebagai bagian dari upaya mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan. @yudi







