IndonesiaBuzz: Solo, 16 Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Polres Wonogiri menggelar kegiatan penebaran 10.000 benih ikan nila di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM), Senin (16/6/2025) sore. Kegiatan ini bertujuan membantu meningkatkan produktivitas para nelayan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di salah satu waduk terbesar di Jawa Tengah itu.
Kapolres Wonogiri, AKBP Jarot Sungkowo, menyampaikan bahwa penebaran benih ikan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial peringatan HUT Bhayangkara, tapi juga bagian dari komitmen kami untuk turut menjaga ekosistem perairan dan meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan. Polri hadir untuk semua aspek kehidupan, baik sosial maupun lingkungan,” ujarnya kepada wartawan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan tersebut, Polres Wonogiri juga melakukan penanaman 500 pohon di kawasan Patung Bedol Desa. Langkah ini bertujuan mendukung upaya penghijauan, mencegah longsor, dan mengantisipasi erosi di sekitar waduk.
Tak hanya itu, kepedulian sosial juga ditunjukkan dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada 125 warga sekitar waduk, sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Menurut data Pemkab Wonogiri, terdapat 64 kelompok nelayan yang beraktivitas di WGM, dengan jumlah nelayan mencapai sekitar 1.500 orang. Para nelayan tersebut tersebar di tujuh kecamatan dan menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan di waduk.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan signifikan akibat faktor-faktor seperti cuaca ekstrem, musim, populasi ikan yang menurun, hingga sedimentasi yang terus meningkat.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Tirta Manunggal, Mulyatno, mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir hasil tangkapan kelompoknya menurun cukup tajam. Pada 2023, total hasil tangkapan hanya mencapai 123 ton, jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 150 ton per tahun.
“Penurunan ini berlanjut di 2024. Saya belum merekap total tahunan karena data Desember belum dihitung, tapi estimasinya turun sekitar 30% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Mulyatno.







