IndonesiaBuzz: Madiun, 16 juni 2026 – Untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan Bulan Suro 2026, Polres Madiun Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Suro 2026 di kawasan Alun-Alun Kota Madiun, Senin (15/6/26). Apel tersebut melibatkan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait yang akan bertugas mengamankan sejumlah agenda masyarakat selama Bulan Suro.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Madiun Kota, Wiwin Junianto, yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama berlangsungnya berbagai kegiatan budaya dan keagamaan.
Menurut Wiwin, jajaran kepolisian bersama pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari rapat koordinasi lintas sektor, pemetaan wilayah rawan, hingga penyusunan strategi pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul selama Bulan Suro.
Dalam arahannya, Kapolres mengajak masyarakat menjadikan Bulan Suro sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat persaudaraan, dan menjaga harmoni sosial. Ia menekankan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Pengamanan tahun ini difokuskan pada sejumlah agenda besar yang melibatkan perguruan pencak silat, di antaranya peringatan Malam 1 Suro yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate serta kegiatan Suran Agung yang digelar oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda.
Untuk mendukung kelancaran pengamanan, sebanyak 983 personel gabungan diterjunkan dalam Operasi Aman Suro 2026. Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi pendukung lainnya yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis di wilayah Kota Madiun dan sekitarnya.
Kapolres menjelaskan bahwa meskipun kondisi keamanan di wilayah hukum Polres Madiun Kota saat ini relatif terkendali, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat tingginya mobilitas massa dan aktivitas masyarakat selama Bulan Suro.
Ia juga menegaskan bahwa aparat keamanan tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya mengganggu ketertiban umum melalui tindakan provokatif, penyebaran ancaman, ujaran kebencian, maupun informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat, termasuk yang disebarkan melalui media sosial.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa Bulan Suro merupakan salah satu agenda tahunan yang memiliki nilai budaya dan sosial tinggi bagi masyarakat Madiun. Oleh karena itu, pengamanan harus dilaksanakan secara terpadu dan melibatkan seluruh unsur terkait.
Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas keamanan selama berlangsungnya berbagai kegiatan Bulan Suro.
“Koordinasi yang baik antarinstansi sangat penting untuk menyamakan langkah, arah kebijakan, dan tujuan dalam menjaga keamanan wilayah. Dengan demikian, seluruh kegiatan dapat berlangsung tertib dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui Operasi Aman Suro 2026, Polres Madiun Kota bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan Bulan Suro berlangsung. Pengamanan yang terintegrasi diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memastikan nilai-nilai budaya, persaudaraan, dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Madiun dapat terus lestari dan berkembang secara harmonis.
Dengan kesiapan hampir seribu personel gabungan serta dukungan berbagai pihak, seluruh agenda Bulan Suro di wilayah Madiun Raya diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi dan kegiatan budaya dengan penuh khidmat serta rasa kebersamaan.(Kridho S/Koresponden Madiun).





