IndonesiaBuzz: Wonogiri, 4 Agustus 2026 – Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri bergerak cepat merespons dampak musim kemarau dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Selasa (4/8/26). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Kantor Desa Tlogosari dan dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim. Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perumda Air Minum (PDAM), Satpol PP, Palang Merah Indonesia (PMI), Forkopimcam Giritontro, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta sekitar 300 warga.
Sebanyak 10 tangki air bersih disalurkan secara simbolis kepada masyarakat Desa Tlogosari. Bantuan tersebut merupakan langkah tanggap darurat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Polres Wonogiri menyusul meningkatnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan selatan Kabupaten Wonogiri.
Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim mengatakan kehadiran aparat kepolisian bersama pemerintah daerah merupakan bentuk nyata pelayanan negara kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi darurat akibat bencana kekeringan.
“Kehadiran kami bersama Bapak Bupati merupakan wujud hadirnya negara di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga. Penyaluran air bersih memang menjadi solusi jangka pendek, namun Polres Wonogiri siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten, Forkopimda, dan seluruh stakeholder untuk mencari solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan dapat diatasi secara berkelanjutan,” ujar AKBP Haris Munandar Hasyim.
Selain memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana mengingat potensi kemarau masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Ia turut mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang umumnya meningkat saat musim kemarau.
Menurutnya, pencegahan kebakaran menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan yang kering dan mudah terbakar.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung penanganan dampak kekeringan melalui distribusi bantuan air bersih. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Bupati juga meminta pemerintah desa aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila masih terdapat warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, hingga awal Agustus 2026 sebanyak enam kecamatan dan 19 desa telah melaporkan dampak kekeringan. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, Polres Wonogiri dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat upaya penanggulangan kekeringan, sekaligus mendorong lahirnya solusi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air guna meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







