IndonesiaBuzz: Boyolali, 8 November 2025 – Polres Boyolali menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Boyolali. Langkah nyata ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif jajaran kepolisian dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang melibatkan unsur BPBD, TNI, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat, Jumat (7/11/25), di Aula Pusdalops BPBD Boyolali.
Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto, melalui Kasat Samapta AKP Cahyo Nugroho, menegaskan bahwa keikutsertaan Polres Boyolali dalam forum tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian integral dalam sistem penanggulangan bencana terpadu.
“Kesiapsiagaan menghadapi bencana memerlukan sinergi semua pihak. Polres Boyolali berkomitmen berperan aktif dalam setiap tahapan penanggulangan bencana mulai dari pencegahan, mitigasi, hingga penanganan pascabencana,” ujar AKP Cahyo mewakili Kapolres.
Dalam forum tersebut, Polres Boyolali turut berperan dalam pemetaan wilayah rawan bencana, penguatan jaringan komunikasi darurat, serta pelatihan tanggap bencana bagi personel kepolisian dan masyarakat. Selain itu, kepolisian juga terus melakukan edukasi mitigasi bencana melalui sosialisasi di sekolah, tempat ibadah, dan komunitas warga.
Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Suratno, mengapresiasi langkah proaktif Polres Boyolali. Menurutnya, keberadaan kepolisian sangat vital dalam memperkuat sistem peringatan dini serta mempercepat koordinasi saat situasi darurat terjadi.
“Kehadiran Polri, khususnya Polres Boyolali, sangat membantu kami di lapangan. Mereka cepat merespons laporan bencana dan aktif membantu evakuasi warga. Ini contoh nyata kolaborasi yang efektif,” ungkap Suratno.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, menilai sinergi lintas sektor semacam ini menjadi fondasi utama dalam membangun daerah tangguh bencana.
“Boyolali memiliki risiko bencana cukup tinggi, mulai dari erupsi Gunung Merapi, tanah longsor, hingga banjir. Dengan sinergi antara BPBD, Polres, TNI, dan masyarakat, kami optimistis penanganan bencana akan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Kabupaten Boyolali memang termasuk salah satu wilayah rawan bencana di Jawa Tengah, terutama di kawasan lereng Merapi dan perbukitan selatan. Melalui Forum PRB ini, seluruh unsur berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Menutup kegiatan, Kapolres Boyolali melalui Kasat Samapta menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi bersama BPBD dan instansi terkait.
“Kami ingin memastikan seluruh unsur, termasuk masyarakat, siap dan tanggap jika sewaktu-waktu bencana terjadi. Keselamatan warga adalah prioritas utama Polri,” tegas AKP Cahyo.
Dengan komitmen dan kolaborasi yang solid antarinstansi, Forum PRB Boyolali diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan daerah tangguh bencana dan masyarakat yang lebih siap menghadapi ancaman alam. (Bagas Andriana /Koresponden Boyolali)





