Indonesiabuzz.com : Jatim, 19 Januari 2025 – Penyelidikan kasus rumah meledak milik seorang anggota kepolisian bernama Aipda Maryudi yang bertugas di Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto masih terus berjalan. Rumah yang terletak di Desa Sumolawang, Kec. Puri, Kab. Mojokerto, Jawa Timur tersebut meledak pada Senin (13/1/2025), dan menyebabkan 2 nyawa melayang.
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengungkapkan bahwa bahan peledak yang ditemukan di TKP tersebut merupakan bahan petasan milik Aipda Maryudi yang disimpan usai merayakan malam pergantian tahun baru kemarin.
Sisa petasan yang disimpan oleh Aipda Maryudi itu, nantinya akan kembali dinyalakan pada momen Bulan Ramadhan pada Maret 2025 mendatang.
Meski begitu, Imam mangatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penelitian dan penyelidikan lengkap yang dilakukan oleh Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim bersama Anggota Ditreskrimum Polda Jatim, dengan diawasi langsung oleh Anggota Bareskrim Polri dan Irwasum Mabes Polri.

Saat ini, penyelidikan masih dalam proses memastikan keterkaitan adanya bahan peledak dengan perkakas tabung elpiji berukuran 3 kg sebanyak tiga unit dan dua tabung elpiji berukuran 12 kg yang juga ditemukan di lokasi ledakan.
“Persoalan ledakan yang diduga bahan baku mercon dan di situ ditemukan tabung gas elpiji ada 5, tiga tabung ukuran 3 kg yang hijau dan yang 2 yang biru yang 12 kg,” katanya di Mapolda Jatim.
“Kaitannya sedang dikembangkan. Apakah ada keterkaitan kebocoran gas yang kemudian memicu bahan peledak yang disimpan oleh yang bersangkutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa pihaknya akan memproses Aipda Maryudi secara kode etik Profesi Kepolisian atas perbuatannya yang diketahui berakibat fatal hingga menyebabkan korban jiwa dan memastikan bahwa Aipda Maryudi juga akan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum pidana.
“Kemudian dari aspek tindak pidananya bahwa sekarang di dirkrimum sedang bekerja. Untuk melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan memeriksa yang bersangkutan termasuk menunggu hasil laboratorium forensik. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa kami dapatkan,” pungkasnya. (Puthut-Red)







