IndonesiaBuzz: Semarang, 3 Maret 2025 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengambil langkah cepat untuk membantu sekitar 12 ribu buruh PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan hak-hak buruh tetap terpenuhi serta membuka peluang kerja baru guna mencegah dampak sosial yang lebih luas.
“Pemprov (Jateng) sifatnya membantu agar tidak terjadi dampak sosial (akibat PHK). Harus kita bantu betul,” ujar Gubernur Luthfi usai memberikan arahan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (3/3/2025).
Hak Buruh Jadi Prioritas
Untuk menjamin hak-hak buruh, Pemprov Jateng melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ahmad Aziz, telah berkoordinasi dengan instansi terkait di DKI Jakarta. Fokus utama adalah memastikan buruh yang terdampak menerima jaminan hari tua (JHT) dan jaminan putus hubungan kerja sebelum Lebaran.
“Hak mereka harus terpenuhi, mulai dari jaminan hari tua (JHT), jaminan putus hubungan kerja, kita upayakan harus diselesaikan sebelum Lebaran. Kita tekankan, kewajibannya ada di BP Jamsostek, kita (Pemprov Jateng) membantu,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga mengawal agar tunjangan hari raya (THR) dan uang pesangon dapat diberikan tepat waktu. Koordinasi dengan kurator dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus dilakukan untuk mempercepat proses tersebut.
Buka Peluang Kerja Baru
Sebagai langkah solusi bagi buruh yang kehilangan pekerjaan, Pemprov Jateng menjalin kerja sama dengan sembilan perusahaan dari berbagai sektor untuk menampung eks buruh Sritex. Perusahaan yang terlibat berasal dari sektor garmen, sepatu, dan industri lainnya.
“Ada (perusahaan) garmen, sepatu, (dan lainnya). Nanti HRD-nya akan kita rapatkan dengan dinas kita, agar mereka bisa ditampung (bekerja). Kemarin info awal mereka (perusahaan) menyanggupi kalau akan menerima bekerja bila usianya (calon pekerja) tidak lebih dari 45 tahun,” ungkap Gubernur Luthfi.
Dukungan untuk Wirausaha
Bagi eks buruh yang ingin beralih ke sektor wirausaha, Pemprov Jateng siap memberikan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Program pelatihan akan diselaraskan agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan keterampilan para peserta.
“BLK sudah ada. Tinggal programnya yang diselaraskan. Mereka yang (sudah atau ingin) punya wirausaha kita masukkan ke situ untuk bisa berwirausaha,” tambahnya.







