IndonesiaBuzz: Wonogiri, 27 Oktober 2023 – Kekeringan yang berkepanjangan akibat fenomena el nino telah membuat lahan persawahan di 20 kecamatan di Kabupaten Wonogiri mengalami puso. Puso adalah kondisi sawah yang tidak ada hasil panen sama sekali. Akibatnya, petani tidak bisa menanam padi atau tanaman alternatif lainnya.
Namun, di tengah krisis air ini, ada satu hal yang membuat petani Wonogiri tetap bisa bertahan dengan cadangan pangan. Ya, para petani di daerah ini memiliki tradisi menyimpan sebagian hasil panen mereka untuk dijadikan cadangan pangan saat musim kemarau tiba.
Jekek, panggilan akrab Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, para petani di Wonogiri biasanya menyimpan jagung, gabah, dan gaplek sebagai cadangan pangan.
“Kebetulan Wonogiri adalah wilayah pedesaan. Masyarakat di pedesaan miliki manajemen sendiri. Manajemen petani itu biasanya sebagian hasil panen disimpan untuk cadangan pangan,” kata Jekek, Senin (23/10/2023).
Jekek menambahkan, bahwa cadangan pangan ini juga membantu menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi di Kabupaten Wonogiri. Ia mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Wonogiri tetap stabil di atas 5,3 persen dan inflasi tetap terjaga.
“Kondisi ini juga menjadikan pertumbuhan ekonomi kami stabil diatas 5,3 persen dan inflasi tetap terjaga,” ujarnya.
Jekek mengatakan, bahwa ia berharap musim penghujan segera tiba sehingga petani bisa menanam padi dan jagung lagi. Menurutnya, bahwa ada beberapa tanaman alternatif yang mulai dikembangkan di Wonogiri, seperti tembakau. Namun, ia mengakui bahwa tidak semua lahan cocok dengan tanaman tersebut.
“Ada tanaman yang bersifat alternatif namun hanya dapat bertahan di sedikit lahan di Kabupaten Wonogiri. Contohnya tembakau yang mulai dikembangkan. Namun, tidak semua lahan di Kabupaten Wonogiri cocok dengan tanaman tersebut,” tuturnya.
Jekek mengaku bahwa kekeringan ini merupakan dampak dari el nino yang menyebabkan waduk dan embung mengering. Ia mengatakan bahwa 20 kecamatan yang lahannya puso sebagian besar berada di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri.
“Wonogiri mengalami kondisi krusial dampak kekeringan terkhusus di 20 kecamatan yang kebanyakan berada wilayah selatan. Waduk dan embung mengering karena potensi air bakunya terjadi penyusutan yang luar biasa. Praktis untuk lahan pertanian sekarang dalam kondisi puso atau tidak bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. @indonesiabuzz







