IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 27 Agustus 2025 – Seorang peserta gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meninggal dunia Rabu (27/08/25) sore sekitar pukul 14.55 WIB.
Menurut keterangan Kapolsek Kanor, Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Slamet Hariyanto, korban diketahui bernama Wiwik Indriyaningsih (41), seorang guru SMP Negeri 1 Kanor, warga Dusun Menero, Desa Tejo RT 006 RW 001, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Sebelumnya, korban bersama rekan-rekannya dari SMP Negeri 1 Kanor hendak mengikuti gerak jalan, namun saat regu gerak jalan yang diikutinya hendak diberangkatkan, korban terjatuh dan pingsan.
Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Kanor untuk mendapatkan pertolongan medis, namun saat tiba di Puskesmas dan dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, namun menurut keterangan rekan-rekannya, korban mempunyai riwayat sakit hipertensi dan lambung, serta sering mengeluh jantungnya berdebar dan badannya lemas.
Dugaan sementara penyebab kematian korban akibat penyakit yang dideritanya kambuh secara mendadak, hingga akhirnya korban meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Sekira pukul 14.50 WIB, korban rombongan gerak jalan yang diikuti korban dari Guru SMP Negeri 1 Kanor dengan nomor urut 58 hendak diberangkatkan dari garis start. Pas persiapan baris dan belum jalan, tiba-tiba korban lemas atau pingsan,” kata AKP Slamet Hariyanto melalui pesan teks kepada media ini.
Setelah itu, panitia berupaya menghubungi ambulans, namun bertepatan di lokasi kejadian ada mobil Siaga Desa Bakung, sehingga korban langsung dibawa ke Puskesmas Kanor menggunakan mobil siaga desa. “Sesampai di Puskesmas Kanor dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” kata Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kanor dan rekan-rekan guru, korban mempunyai riwayat sakit hipertensi dan lambung, serta sering mengeluh jantungnya berdebar dan badannya lemas. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
“Kesimpulan medis, korban diduga meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya kambuh mendadak,” kata Kapolsek.
Ahli waris korban menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan. “Selanjutnya jenazah korban kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” kata AKP Slamet. (M. Tohir/Koresponden Bojonegoro)







