IndonessiaBuzz: Surabaya, 16 Februari 2026 – Pertamina Patra Niaga menambah pasokan LPG 3 kilogram atau gas melon sebanyak 1.096.295 tabung untuk wilayah Jawa Timur menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi rumah tangga selama periode hari besar keagamaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan tambahan pasokan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas distribusi dan mencegah kelangkaan di tingkat konsumen.
“Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang yang diikuti perayaan Imlek dan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah,” ujar Ahad di Surabaya, Senin (16/2/26).
Ia menjelaskan, rata-rata penyaluran harian LPG di Jawa Timur pada periode normal mencapai 1.590.214 tabung. Dengan tambahan lebih dari satu juta tabung tersebut, perusahaan memastikan kondisi stok dalam keadaan aman dan mencukupi.
Selain penguatan stok, Pertamina juga menyiagakan seluruh infrastruktur distribusi untuk memastikan kelancaran penyaluran. Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi, terutama di wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi.
Ahad mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, kepanikan yang tidak berdasar berpotensi memicu gangguan distribusi di tingkat bawah.
“Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya. Jangan sampai kekhawatiran dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Sementara masyarakat mampu diimbau beralih menggunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.
Penambahan pasokan ini menjadi bagian dari strategi pengamanan energi nasional menjelang momentum hari besar, sekaligus menjaga daya beli dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan maupun sosial selama periode libur panjang. @yudi







