Indonesiabuzz.com : Surakarta, 7 Januari 2025 – Sebuah fenomena alam akan terjadi pada Januari 2025, dimana diperkirakan akan ada 5 atau 6 planet yang akan berada pada posisi sejajar.
“Parade planet di Januari 2025 akan memperlihatkan fenomena ketika lima planet terdekat dari Bumi, yaitu planet Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dapat diamati secara bersamaan dalam satu malam. Namun, hanya empat planet yang dapat dilihat dengan mata telanjang, yaitu Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus,” ungkap Gerhana Puananadra Putri, seorang peneliti dari Pusat Riset Antariksa Bada Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pada 2025 ini, fenomena parade planet bisa dibilang istimewa karena akan ada penampakan jajaran 5 atau 6 planet terang sekaligus, dan fenomena ini tidak terjadi setiap tahun. Namun akan terjadi pada bulan Januari 2025 ini.
Parade enam planet tersebut diperkirakan akan terlihat pada hari-hari menjelang tanggal 21 Januari 2025, dan sekitar empat minggu setelahnya.
Planet Mars, Venus, Jupiter, dan Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang. Lain halnya untuk planet Neptunus dan Uranus, dimana dibutuhkan perangkat pengamatan berkemampuan tinggi seperti teleskop untuk dapat melihatnya.
Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa puncak kesejajaran planet-planet tersebut akan terjadi pada tanggal 25 dan 26 Januari 2025.
Mendengar opini-opini tentang puncak kesejajaran akan terjadi pada 25 dan 26 Januari, seorang Abdi Dalem Kraton Surakarta yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa tanggal tersebut bertepatan dengan gelaran acara besar Kraton Surakarta yang terletak di kota Surakarta, Jawa Tengah.
Pasalnya, Kraton Surakarta akan menggelar acara Tingalan Dalem Jumenengan (peringatan Kenaikan Tahta) Raja Kraton Surakarta SSISKS Pakoe Boewono XIII yang ke-21.
“Apabila kabar tentang sejajarnya planet ini benar adanya, entah ini sebuah pertanda yang bagaimana, namun saya rasa ini adalah sebuah pertanda baik dari ‘langit’,” katanya.
Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan bahwa SSIKS Pakoe Boewono XIII merupakan seorang Raja yang pernah melalui kesulitan hidup yang cukup dalam. Dengan didampingi oleh sang Istri yang saat ini merupakan Permaisuri Kraton Surakarta yaitu GKR Pakoe Boewono, akhirnya dilantik menjadi seorang Raja di Kraton Surakarta Hadiningrat.
“Sinuhun (Raja) adalah pribadi yang begitu kuat secara lahir, batin dan bahkan pada sisi spiritual. Dulu pernah mengalami kesulitan hidup yang dalam, sebelum akhirnya dilantik menjadi seorang Raja,” lanjutnya.
Diketahui, SSISKS Pakoe Boewono XIII diangkat sebagai Raja Kraton Surakarta pada 2004 dan bertahta hingga sekarang. Peringatan Kenaikan Tahta merupakan salah satu acara besar di Kraton Surakarta dimana akan ditampilkan Tarian Bedhaya Ketawang yang merupakan tarian paling sakral yang dimiliki oleh Kraton Surakarta. Bahkan Kraton Yogyakarta sekalipun tidak memiliki hak untuk menampilkan dan mempraktekkan tarian tersebut. (Puthut-Red)







