IndonesiaBuzz: Magetan, 7 Desember 2024 – Pemerintah Kabupaten Magetan berhasil menggelar Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) sekaligus peluncuran Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Tahun 2024. Acara tersebut berlangsung di halaman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada Sabtu (7/12/2024), mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB.
Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan ini, termasuk jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Magetan.
Dengan tema “Right to Food for a Better Life and a Better Future” (Hak atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik), acara dibuka dengan doa bersama dan laporan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Magetan, Saif Muchlisun.
Dalam laporannya, ia menekankan pentingnya memastikan pangan yang bergizi, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada individu yang berkontribusi besar di bidang ketahanan pangan.
Beberapa tokoh inspiratif yang mendapat apresiasi antara lain Suratno, pengubah lahan non-produktif menjadi produktif; Biyanto, pengelola ternak lele; Kusnun, pengembang benih padi unggul; serta Santoso, praktisi pertanian ramah lingkungan.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran Peta FSVA 2024 oleh Forkopimda Magetan. Secara simbolis, launching dilakukan melalui penempelan telapak tangan pada layar monitor.
Peta ini menyediakan data komprehensif mengenai situasi ketahanan dan kerentanan pangan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Winarto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan, menyampaikan pencapaian signifikan Magetan dalam meningkatkan indeks ketahanan pangan dari 86,83 menjadi 87,98.
Ia juga memaparkan keberhasilan berbagai program pemerintah, seperti gerakan pangan murah, intervensi stunting, dan pengembangan sorgum, yang turut andil dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.
“Pangan adalah hak asasi yang harus dipenuhi secara merata. Dengan memanfaatkan biodiversitas lokal seperti sorgum dan umbi-umbian, kita dapat mengurangi ketergantungan terhadap beras,” ungkap Winarto.
Acara diakhiri dengan sarasehan yang membahas pemanfaatan dana desa untuk mendukung ketahanan pangan. Diskusi tersebut dipandu oleh Widya, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Magetan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berlangsung lancar dan menyampaikan pesan penting tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Selain memperingati hari besar internasional, Peringatan Hari Pangan Sedunia di Magetan juga menjadi momentum untuk memperkuat ketersediaan pangan demi masa depan masyarakat yang lebih baik. [Tim/Nar]







