Monday, August 3, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home News Ekonomi & Bisnis

Penghasilan di Bawah Rp 1,5 Juta/Bulan Dikategorikan Miskin Menurut Bank Dunia

by Eko Sigit
June 17, 2025
Reading Time: 2 mins read
Penghasilan di Bawah Rp 1,5 Juta/Bulan Dikategorikan Miskin Menurut Bank Dunia

Ilustrasi pecahan mata uang Indonesia Seratus Ribu dan lima puluh ribu ( foto iStock)

IndonesiaBuzz: Jakarta 17 Juni 2025 – Bank Dunia merilis pembaruan standar garis kemiskinan global melalui factsheet bertajuk “The World Bank’s Updated Global Poverty Lines: Indonesia”, yang dirilis pada 13 Juni 2025. Dalam pembaruan ini, Bank Dunia menetapkan bahwa individu di Indonesia yang berpenghasilan di bawah US$ 8,30 per hari — atau setara Rp 1.512.000 per bulan tergolong miskin berdasarkan standar negara berpendapatan menengah atas (Upper-Middle-Income Countries/UMIC).

Pembaruan tersebut mengacu pada penyesuaian garis kemiskinan internasional menggunakan standar purchasing power parity (PPP) 2021, menggantikan standar sebelumnya yang mengacu pada PPP 2017. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengukuran kemiskinan tetap relevan dengan kondisi ekonomi global yang dinamis.

“Garis-garis kemiskinan ini dirancang untuk membandingkan negara-negara secara global dan memantau kemajuan dalam pengentasan kemiskinan. Revisi berkala diperlukan agar pengukuran mencerminkan realitas terbaru” tulis Bank Dunia dalam dokumen tersebut, dikutip Selasa (17/6/2025).

Dalam klasifikasi terbaru, Bank Dunia menetapkan tiga tingkat garis kemiskinan:

BeritaTerkait

KAI Daop 7 Madiun Edukasi 431 Siswa Lewat Eduspoor

KAI Daop 7 Operasikan Kereta SSNG Bangunkarta dan Singasari

  • US$ 3,00 per hari (sekitar Rp 546.400 per bulan) sebagai garis kemiskinan ekstrem,
  • US$ 4,20 per hari (sekitar Rp 765.000 per bulan) untuk negara berpendapatan menengah bawah (Lower-Middle-Income Countries/LMIC),
  • US$ 8,30 per hari (sekitar Rp 1.512.000 per bulan) untuk negara berpendapatan menengah atas (UMIC), seperti Indonesia.

Berdasarkan standar UMIC terbaru, sebanyak 68,3% penduduk Indonesia — atau setara 194,72 juta jiwa dari total 285,1 juta jiwa — dikategorikan miskin. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan penghitungan dengan PPP 2017, yang mencatat 171,91 juta orang tergolong miskin.

Sementara itu, dengan standar kemiskinan ekstrem (US$ 3,00/hari), Bank Dunia mencatat 5,4% penduduk Indonesia masuk kategori miskin ekstrem pada 2024. Sedangkan menurut garis LMIC, 19,9% penduduk berada di bawah ambang batas tersebut.

Sebagai catatan, Indonesia telah dikategorikan sebagai negara berpendapatan menengah atas sejak 2023, ketika pendapatan per kapita mencapai US$ 4.810.

Meski demikian, Bank Dunia tetap menekankan bahwa dalam konteks kebijakan nasional, Indonesia disarankan menggunakan data dan garis kemiskinan resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini penting untuk memastikan ketepatan sasaran dalam program perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan.

“Untuk kebijakan nasional, garis kemiskinan dan data yang diterbitkan oleh BPS adalah acuan yang paling relevan” tulis Bank Dunia dalam pernyataannya.

Tags: Badan Pusat Statistik (BPS)bank duniaIndonesiakemiskinanpenghasilanpurchasing power parity (PPP) 2021The World Bank's Updated Global Poverty Linesupah
Share221SendScan

Trending

Auto Draft
News

Pemkab Madiun Percepat Penanganan RTLH Lewat Program Bahana Bersahaja

2 hours ago
Auto Draft
News

Pemkab Madiun Perkuat Kolaborasi Petani Wujudkan Swasembada Pangan

2 hours ago
Bupati Madiun Pastikan Pembinaan Atlet Berlanjut usai Bupati Cup Voli 2026
News

Bupati Madiun Pastikan Pembinaan Atlet Berlanjut usai Bupati Cup Voli 2026

2 hours ago
Diduga Alami Gangguan Kemudi, Pikap Terjun ke Jurang di Sidoharjo, Polisi Lakukan Evakuasi Cepat
Peristiwa

Diduga Alami Gangguan Kemudi, Pikap Terjun ke Jurang di Sidoharjo, Polisi Lakukan Evakuasi Cepat

4 hours ago
Prabowo Sambut Perdana Menteri Thailand di Istana Merdeka, Bahas Kemitraan Strategis hingga 2030
News

Prabowo Sambut Perdana Menteri Thailand di Istana Merdeka, Bahas Kemitraan Strategis hingga 2030

4 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Auto Draft

Pemkab Madiun Percepat Penanganan RTLH Lewat Program Bahana Bersahaja

August 3, 2026
Auto Draft

Pemkab Madiun Perkuat Kolaborasi Petani Wujudkan Swasembada Pangan

August 3, 2026

TERPOPULER

PDI Perjuangan Ngawi Perkuat Konsolidasi Hingga Tingkat Ranting, Siapkan Mesin Partai Hadapi Pemilu

Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah Berlanjut, Kejagung Periksa Dua Saksi dan Jadwalkan Ulang Lima yang Mangkir

Ngawi Matangkan Persiapan POPDA Jatim XV 2026, Seleksi Atlet dan Kesiapan Venue Jadi Fokus

Tabrakan Beruntun di Sugihwaras Bojonegoro, Pemotor Tewas Usai Tertabrak Pikap

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In