IndonesiaBuzz: Solo, 22 April 2025 – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersiap melakukan pekerjaan besar guna mengatasi persoalan banjir di kawasan Simpang Joglo dan sekitarnya. Proyek strategis ini mencakup pembangunan kolam retensi baru di lahan milik Kodam IV Diponegoro di Kelurahan Banjarsari, serta normalisasi saluran drainase yang selama ini tertutup struktur rel layang Joglo.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, memastikan bahwa izin pemanfaatan lahan seluas 3.000 meter persegi dari TNI AD telah dikantongi. Proses konstruksi kolam retensi dijadwalkan dimulai pada Mei 2025.
“Surat dari Kodam IV Diponegoro sudah keluar. Statusnya pinjam pakai. Bahkan lahan di sebelah baratnya juga ditawarkan kepada kita. Mungkin nanti bisa dikembangkan untuk mendukung sektor ekonomi,” ujar Wali Kota Respati Ardi, Selasa (22/4).
Selain pembangunan kolam, proyek ini juga akan membenahi saluran air yang tersumbat di bawah rel layang Joglo. Drainase lama milik Pemkot yang seharusnya mengalirkan air ke Sungai Pepe tertutup beton rel kereta, mengakibatkan genangan berkepanjangan saat hujan deras.
“Saluran air yang tertutup beton itu berasal dari jaringan drainase lama milik Pemkot. Kita sudah komunikasi dengan KAI agar beton di atas saluran itu segera dibongkar,” tegas Respati.
Normalisasi akan menyasar saluran air di kawasan perkampungan dan jaringan utama di bawah rel. Pekerjaan ini didukung anggaran sebesar Rp 2,6 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo.
Kepala DPUPR Solo, Nur Basuki, mengungkapkan bahwa pemetaan jaringan drainase telah dilakukan bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperum KPP).
“Drainase perkampungan yang kami tangani ini menyatu dengan jaringan besar yang mengarah ke kolam retensi. Semua terhubung,” jelasnya.
Kolam retensi nantinya akan dilengkapi rumah pompa, sistem pengendalian banjir, serta relokasi jaringan seperti tower listrik yang saat ini masih berdiri di atas lahan proyek. Targetnya, sistem baru ini akan mampu menurunkan debit limpasan air dari kawasan padat permukiman, terutama di sekitar Simpang Joglo yang selama ini dikenal rawan banjir.







