IndonesiaBuzz: Solo, 8 Juni 2025 – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam menghadirkan hunian layak terus berlanjut. Setelah sukses membangun satu blok rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Pemkot kini mengusulkan kelanjutan proyek tersebut dengan membangun gedung kembar tahap kedua.
Usulan itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang digelar di Semarang pada Rabu (4/6/2025).
Rapat tersebut merupakan bagian dari upaya sinkronisasi program perumahan nasional, termasuk menyukseskan target pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami usulkan rusun tahap II di Mojo. Saat ini tahap pertama sudah selesai dan ditempati. Kami ingin tahap kedua segera dimulai,” ujar Respati saat ditemui di Loji Gandrung, Rabu petang.
Gedung rusunawa pertama di Mojo telah selesai dibangun oleh pemerintah pusat dan kini telah dihuni oleh 108 keluarga. Namun, rencana pembangunan gedung kembar berikutnya sempat tertunda akibat penyesuaian struktur organisasi di Kementerian PKP yang sebelumnya berada di bawah Kementerian PUPR.
“Desainnya sama, kapasitasnya juga identik karena ini gedung kembar. Gedung pertama sudah berdiri megah, sekarang kami dorong yang satunya menyusul,” tambah Respati.
Rusunawa Mojo Blok A sendiri menjadi ikon baru hunian vertikal di Solo. Dengan delapan lantai, bangunan ini menjadi rusun tertinggi dan termewah di kota Bengawan. Tiap unit hunian berukuran 36 meter persegi, dilengkapi dua kamar tidur dengan perabot dasar, kamar mandi modern, dapur, ruang cuci, dan sistem listrik token. Penghuni juga dimanjakan dengan fasilitas lift, gedung parkir bertingkat, masjid, serta jaringan air bersih PDAM.
Tak hanya fokus pada pembangunan vertikal, Pemkot Solo juga melibatkan sektor swasta dalam memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) di kota ini. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), berbagai perusahaan diajak turut serta dalam meningkatkan kualitas hunian warga kurang mampu.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta, Solo terus bergerak menuju kota layak huni bagi semua warganya — dari pusat kota hingga sudut permukiman padat.







