IndonesiaBuzz : Madiun, 8 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Inspektorat menggelar Workshop Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) di Bima Ballroom Madiun, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Kepala Inspektorat Kabupaten Madiun, Joko Lelono, menjelaskan bahwa penerapan prinsip GRC merupakan bagian dari upaya membangun sistem pemerintahan yang bersih dan terpercaya.
Melalui pendekatan terpadu ini, perangkat daerah diharapkan mampu mengelola tujuan organisasi, risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
“Tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik agar tercipta pemerintahan yang transparan, terpercaya, bersih, dan akuntabel. Selain itu, untuk mempercepat pencapaian visi dan misi Kabupaten Madiun dalam meningkatkan pelayanan publik dan pemanfaatan teknologi,” terang Joko.
Ia menambahkan, penerapan GRC sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), yang mencakup lima unsur penting: lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian intern.
“Kegiatan ini membantu mempercepat pembangunan visi dan misi pemerintahan yang bersih di setiap OPD. Mulai dari komitmen pucuk pimpinan hingga sekretaris harus memahami tata kelola dalam kepatuhan terhadap regulasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya peningkatan kompetensi bagi sekretaris dinas dan sekretaris kecamatan sebagai orang kedua di setiap instansi.
Menurutnya, pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan menjadi kunci keberhasilan birokrasi.
“Workshop ini merupakan diklat penting bagi pejabat struktural agar memahami prinsip tata kelola pemerintahan yang benar. Jabatan itu amanah, maka seorang pimpinan harus berani menghadapi risiko dan tidak takut belajar,” ujarnya.
Purnomo juga mengingatkan agar aparatur bekerja dengan ketulusan dan hati nurani dalam melayani masyarakat.
“Tolong kita bekerja dengan hati nurani, karena hati nurani tidak akan pernah bohong. Insya Allah, dengan hati yang tulus kita bisa menjadi abdi negara yang membawa kebaikan bagi semua,” tutupnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat, Adi Widodo.
Workshop ini diharapkan dapat memperkuat budaya kerja GRC di seluruh OPD Kabupaten Madiun untuk mewujudkan pemerintahan yang efisien, profesional, dan berintegritas. (Arn/Tim)







