IndonesiaBuzz: Wonogiri, 22 Juni 2025 – Rencana pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, dipastikan belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri saat ini masih dalam tahap pengadaan lahan yang direncanakan selesai setelah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan bahwa pembangunan fisik sekolah baru dapat dimulai paling cepat tahun 2026. Pemerintah kabupaten bertanggung jawab dalam penyediaan lahan, sementara pembangunan infrastruktur akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Pengadaan lahan masih menunggu proses appraisal atau penilaian nilai tanah. Anggarannya akan ditetapkan setelah perubahan APBD, diperkirakan sekitar Rp2 hingga Rp3 miliar,” jelas Bupati Setyo.
Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan SMK negeri tersebut berada di Dusun Klepu, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, dengan luas lahan sekitar 3,8 hektare. Meski kebutuhan ideal lahan adalah 4 hektare, kondisi geografis wilayah membuat lahan landai yang sesuai cukup sulit ditemukan.
Supriyanto, tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Wonogiri dari dapil setempat, menjelaskan bahwa sembilan warga pemilik lahan telah bersepakat dan Pemprov Jawa Tengah sudah melakukan survei lokasi. “Tinggal menunggu hasil appraisal sebagai dasar transaksi. Pemprov ingin pengadaan lahan selesai dahulu sebelum pembangunan dilakukan,” katanya.
Sekolah ini dirancang untuk menyediakan jurusan pertanian, sejalan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Karangtengah yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Selain itu, kehadiran SMK negeri ini juga diharapkan mampu mendongkrak kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di wilayah tersebut.
“Ini akan menjadi upaya konkret meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjawab tantangan rendahnya angka pendidikan menengah di Karangtengah, yang turut memengaruhi indeks pembangunan manusia Kabupaten Wonogiri,” ujar Supriyanto.







