IndonesiaBuzz: Vatikan, 11 Maret 2024 – Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sedunia, kembali memberikan pernyataan mengenai konflik Rusia-Ukraina, menekankan pentingnya bagi negara yang paling kuat untuk memikirkan rakyatnya dan memiliki keberanian untuk mengibarkan bendera putih sebagai tanda gencatan senjata.
Dalam wawancara dengan lembaga penyiaran publik RTS, Paus Fransiskus menyatakan keyakinannya bahwa kekuatan sejati terletak pada mereka yang mampu melihat situasi, memperhatikan kesejahteraan rakyat, dan berani untuk bernegosiasi. Ia menilai bahwa bernegosiasi merupakan langkah berani, terutama saat suatu negara menghadapi kekalahan dan kesulitan.
Paus Fransiskus menyebut kata “bernagosisasi” sebagai tindakan yang penuh keberanian. “Ketika Anda menyadari bahwa Anda dikalahkan dan segala sesuatunya tidak berjalan baik, maka milikilah keberanian untuk bernegosiasi,” ujar Paus Fransiskus.
Menanggapi pertanyaan tentang perang Israel-Hamas, Paus Fransiskus menyalahkan kedua belah pihak, menyatakan bahwa perang terjadi karena keterlibatan dua pihak yang tidak bertanggung jawab.
Direktur Komunikasi Vatikan, Matteo Bruni, menjelaskan bahwa istilah “bendera putih” yang digunakan oleh Paus Fransiskus mengindikasikan panggilan untuk menghentikan perang dan mencapai gencatan senjata melalui negosiasi dengan keberanian.
Paus Fransiskus secara konsisten telah menyerukan perdamaian di berbagai konflik dunia, termasuk di Ukraina, Suriah, Yaman, Libanon, Armenia, dan Azerbaijan. Dalam pesan Natalnya tahun lalu, Paus menggambarkan anak-anak yang menjadi korban perang sebagai “Yesus kecil hari ini” dan menyerukan solusi diplomatik untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi. Paus juga pernah menyatakan keinginannya menjadi pembawa perdamaian dan berniat mengunjungi Moskow dan Kyiv dalam upaya membantu mencapai perdamaian.
Vatikan terus menegaskan panggilan Paus Fransiskus untuk perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. @cinde







