IndonesiaBuzz: Karanganyar, 12 Oktober 2023 – Para petani di Kabupaten Karanganyar setiap musim tanam (MT) mengalami kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Hal ini menjadi topik utama dalam Diskusi Publik Gerakan Desa dalam Pengendalian Inflasi Pangan di Balai Desa Jati Kecamatan Jaten, Rabu (11/10/2023).
Diskusi yang melibatkan Bank Indonesia (BI) tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfi OFP, Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, Wakil Bupati, Rober Christanto, perwakilan dari Bank Indonesia, beserta puluhan kepala desa (Kades) dan lurah di Kabupaten Karanganyar.
Triyono, salah satu Kades dari Kecamatan Jatipuro mengungkapkan, bahwa para petani di wilayahnya selalu mengalami kesulitan mendapatkan pupuk, terutama saat musim tanam. Harga pupuk yang tinggi menjadi salah satu kendala utama.
“Saya mewakili kades di Karanganyar meminta kepada anggota DPR RI agar membantu para petani yang setiap tahun mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Kalau ada pun, pupuk kimiawi harganya cukup mahal,” ujar Triyono.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dofie ODP, setelah mengikuti diskusi publik mengatakan, perlunya membangun kemandirian petani dan kelompok tani terhadap pupuk, serta berpindah dari ketergantungan pada pupuk kimia.
“Kenapa kita tidak membangun kemandirian pupuk ini, karena potensinya besar. Sudah ada contoh yang berhasil mengembangkan pupuk organik ini, hasilnya juga cukup baik. Kami mendorong kelompok tani untuk beralih ke pupuk organik,” ungkap Dofie.
Dalam rangka mendukung pengembangan pupuk organik, Dofie menyatakan kesiapannya untuk memberikan pelatihan dan menyediakan peralatan pembuatan pupuk organik bagi petani.
“Kami siap memfasilitasi dan membantu. BI juga siap membantu, sarana dan prasarana kami siapkan. Sekarang, semua bergantung pada petani kita. Satu hal yang jelas, kami siap memberikan bantuan,” tegas Dofie.
Beberapa petani di Kabupaten Karanganyar telah berhasil mengembangkan pertanian organik, dan tidak bergantung pada pupuk kimia yang penyalurannya diatur oleh pemerintah. Dofie mendorong para petani untuk mengembangkan pupuk organik karena potensinya cukup besar. @indonesiabuzz





