IndonesiaBuzz: Palembang, 27 Januari 2024 – Tak hanya di Pagaralam dan Lahat, banjir juga mulai merambah wilayah Palembang sejak Sabtu (27/1/2024) pagi. Akibatnya, sejumlah permukiman di sekitar anak Sungai Musi tergenang air. Akumulasi curah hujan tinggi dan pasang air laut menjadi penyebab utama banjir ini, mengakibatkan sejumlah rumah di kawasan 30 Ilir terendam air dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter.
Situasi ini menjadi yang paling parah dalam sepuluh tahun terakhir. Seperti yang diungkapkan oleh warga setempat, Robi (35). Air pasang dari anak Sungai Musi naik secara tiba-tiba sejak pukul 09.30, mengejutkan warga yang awalnya menganggap bencana air ini sebagai tradisi awal tahun.
Banjir kali ini lebih merugikan karena daya tampung anak Sungai Musi tidak lagi optimal. Selain itu, banyak saluran pembuangan air yang tersumbat akibat tumpukan sampah.
“Peningkatan tinggi air kali ini lebih tinggi dari biasanya, sulit untuk surut. Biasanya, air surut dalam waktu sekitar tiga jam. Sekarang, sudah lebih dari tiga jam, air belum surut-surut. Kami berharap pemerintah lebih rutin membersihkan anak Sungai Musi dan saluran pembuangan air,” ujar Robi.
Robi juga mengaku mengalami kerugian materiil jutaan rupiah akibat ikan lelenya hanyut terbawa banjir.
Akibat Buang Sampah Sembarangan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Palembang, Akhmad Bastari, menyebutkan bahwa tantangan utama di Palembang adalah kebiasaan buruk masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai. Disamping itu, banyak saluran pembuangan air yang ditutupi oleh bangunan liar milik warga.
Meski begitu, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi dan gotong royong dengan warga untuk membersihkan sungai setiap pekan. Pendekatan juga dilakukan untuk membongkar bangunan-bangunan liar yang menjadi penyumbat saluran pembuangan air.
“Kita terus berusaha membersihkan sungai dan saluran pembuangan sebelum datang puncak musim hujan di Palembang yang diprediksi BMKG pada Maret ini. Yang jelas, titik rawan banjir sudah semakin berkurang seiring usaha pencegahan banjir yang kami lakukan,” ungkap Akhmad Bastari, usai menghadiri Kuliah Umum di Universitas IBA Palembang.
Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesadaran dalam membuang sampah dan mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan banjir. Pihak berwenang terus berkoordinasi dan berusaha meminimalisir dampak banjir. @indonesiabuzz





