IndonesiaBuzz: Banyumas, 5 Februari 2026 – Sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Krajan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami luka-luka akibat mesin oven pengering ompreng meledak pada Kamis (5/2/26). Usai peristiwa tersebut 10 relawan langsung dilarikan ke puskesmas karena mengalami luka. Sementara, 26 relawan lainnya diminta untuk periksa pendengaran. Kepala SPPG Krajan, Elvin Subekti mengatakan, usai oven meledak, sebanyak 10 relawan yang sedang bertugas dilarikan ke Puskesmas Pekuncen 1.
“Ada beberapa korban terkena pecahan kaca dan tertimpa eternit, jadi langsung dibawa ke Puskesmas, ada 10 orang,” kata Elvin di lokasi kejadian, Kamis (5/2/2026).
Elvin mengatakan, dari 10 korban yang dilarikan ke Puskesmas, delapan di antaranya telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing karena hanya mengalami luka ringan.
Sementara dua orang lainnya kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit.
“Dua masih dirawat di Puskesmas, kemungkinan mau dirujuk ke rumah sakit. Satu orang mengalami luka di kaki akibat tertimpa material bangunan, satunya mengalami luka bakar,” jelas Elvin.
Sedangkan relawan lain yang sedang berada di dapur juga diminta memeriksakan diri ke puskesmas karena dikhawatirkan mengalami gangguan pendengaran.
“Hari ini ada total ada 26 relawan, selain yang luka kami minta ke puskesmas untuk memeriksakan pendengaran,” kata Elvin. Diberitakan sebelumnya, mesin oven pengering ompreng di SPPG Krajan meledak pada Kamis (5/2/26). Elvin Subekti menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB saat sedang melakukan uji coba mengeringkan ompreng.
“Kejadian pukul 10.40 WIB saat proses pengeringan ompreng. Pengeringan dimulai pukul 09.30 WIB, tiba tiba oven meledak,” katanya.
Ledakan tersebut menimbulkan suara dentuman yang sangat keras hingga radius 1 kilometer. Peristiwa tersebut juga sempat membuat warga panik. Kepala Desa Krajan Muflichudin mengatakan, saat kejadian sedang berada di Balai Desa yang berjarak sekitar 50 meter dari SPPG.
“Waktu kejadian saya sedang di balai desa, suara ledakannya luar biasa keras, ‘duuung’ seperti suara ledakan karbit,” kata Muflichudin di lokasi, Kamis (5/2/2026). Menurut Muflichudin, ledakan tersebut terdengar hingga dusun sebelah.
“Suaranya keras sekali, warga di Krajan Wetan juga mendengar, jaraknya sekitar 1 km dari sini. Ada yang mengira trafo listrik, kalau yang di sini tahu dari SPPG,” ujar Muflichudin.
Warga sekitar lokasi kemudian berlari menuju sumber suara. Sebagian warga yang sedang mengikuti kegiatan posyandu di dekat SPPG juga sempat panik
“Di rumah situ (seberang jalan di sebelah SPPG) sedang ada kegiatan posyandu. Itu kan ada pelayan kesehatan, kebetulan warga kan lagi cek di situ. Kami lari untuk menyelamatkan,” ujar Muflichudin. @yudi







