IndonesiaBuzz: Ngawi, 4 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali melaksanakan mutasi jabatan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (4/9/25) siang. Sebanyak 149 ASN dilantik dan ditempatkan pada jabatan baru, termasuk rotasi di 13 kursi strategis.
Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Wedya Graha tersebut dipimpin langsung Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko. Mutasi ini, menurut Bupati, merupakan bagian dari penyesuaian formasi untuk mendukung pencapaian visi misi kepala daerah.
“Ini normatif, kita menyesuaikan formasi formula baru yang diperlukan untuk menjalankan visi misi kepala daerah. Ada hak ASN untuk promosi, ada kebutuhan untuk penyegaran, sehingga mutasi ini menjadi langkah yang wajar,” ujarnya.
Dalam rotasi kali ini, sejumlah pejabat berpindah posisi. Sumarsono, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dipindah menjadi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Posisi yang ditinggalkan kemudian diisi oleh Kabul Tunggul Winarno, mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sementara itu, jabatan Kepala Satpol PP kini dipegang Peggy Yudo Subekti, yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Pitu.
Selain itu, Dodi Aprilasetia yang sebelumnya menjabat Camat Ngawi kini dipercaya memimpin Dinas Lingkungan Hidup. Mahmud Rosadi ditunjuk sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian. Dinas Sosial dipimpin oleh Bonadi, sedangkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dijabat Kusuma Hadi Widjayanto.
Bupati Ony menekankan pentingnya inovasi di jajaran pejabat baru agar program kerja bisa berjalan efektif, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Kita masih sangat bergantung pada transfer pusat hingga 80 persen. Maka optimalisasi APBD ini harus dibarengi dengan inovasi, kreativitas, dan partisipasi. Kalau tidak, kita bisa stagnan, sementara visi misi harus segera dijalankan,” tegasnya.
Menurutnya, mutasi kali ini juga memberi ruang lebih luas bagi pejabat muda. Ia berharap generasi muda birokrasi dapat memberikan terobosan yang relevan dengan era teknologi informasi.
“Sekarang sudah eranya teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Yang muda harus bisa cepat beradaptasi. Saya ingatkan, hati-hati jika tidak berinovasi. Tiga bulan akan kita evaluasi,” pungkasnya.
Dengan manajemen talenta yang diterapkan, lanjut Ony, mutasi tidak lagi dipandang sebagai hal luar biasa, melainkan bagian dari dinamika organisasi yang sewaktu-waktu bisa dievaluasi demi kinerja yang lebih optimal.(Esa Putra/Koresponden Ngawi)





