IndonesiaBuzz: Tuban, 6 Oktober 2025 – Potret pendidikan di Kabupaten Tuban masih jauh dari kata ideal. Di tengah derasnya arus kemajuan zaman dan teknologi, hanya 4,75% warga Tuban yang pernah mengenyam bangku kuliah. Ironisnya, lebih dari 335 ribu warga bahkan belum pernah sekolah sama sekali.
Data ini berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang diolah dari Databoks Katadata 2024. Dari total 1,27 juta jiwa penduduk Tuban, sebagian besar hanya lulusan sekolah dasar.
“Kalau dilihat, lulusan SD mencapai 33,54 persen, SMP 18,43 persen, dan SMA hanya 16,8 persen. Sedangkan yang kuliah sangat kecil, di bawah 5 persen,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Fien Roekmini Koesnawangsih, saat dikonfirmasi (Mengutip dari Media Tugujatim.id 5/10/2025).
Ia menyebutkan, pihaknya akan menyesuaikan dan mencocokkan data tersebut dengan catatan yang dimiliki lembaga pendidikan di daerah.
“Ini akan kita lihat dulu datanya, apakah sudah sesuai atau masih ada perubahan,” ujarnya.
Rendahnya tingkat pendidikan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Sebab, kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat bergantung pada akses dan keberlanjutan pendidikan. Tanpa itu, warga sulit bersaing di dunia kerja yang makin menuntut keterampilan tinggi.
“Bukan hanya soal membangun gedung sekolah, tapi bagaimana memastikan anak-anak di pelosok bisa bertahan hingga lulus,” kata Fien.
Sejauh ini, hanya 72 orang warga Tuban yang berhasil meraih gelar doktor (S3) atau sekitar 0,006 persen dari total penduduk. Sementara sarjana tercatat sekitar 48 ribu orang.
Kepala Disnakerin Tuban Rohman Ubaid dan Kepala Bappeda Tuban Abdul Rakhmat belum memberikan tanggapan terkait kondisi SDM ini. Namun, banyak pihak menilai peningkatan akses pendidikan harus jadi fokus utama pembangunan daerah. (red)







