IndonesiaBuzz: Jakarta, 30 Juni 2025 – Pemerintah menargetkan seluruh desa yang belum teraliri listrik di Indonesia akan mendapatkan akses energi dalam lima tahun ke depan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ditugaskan memimpin realisasi target tersebut secara bertahap, dengan mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi utama di wilayah terpencil dan pegunungan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto telah ditegaskan dalam rapat terbatas kabinet. Dalam rapat tersebut, Presiden meminta agar program elektrifikasi desa dipercepat demi mewujudkan pemerataan akses energi nasional.
“Tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa dalam empat hingga lima tahun, desa akan diberi akses listrik. Kita pasang listriknya lewat PLTS, kerja sama nanti swasta, PLN, sama negara (pemerintah),” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (30/6/2025).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 5.600 desa di seluruh Indonesia yang belum memiliki akses listrik. Bahlil menekankan bahwa negara harus hadir untuk memenuhi hak dasar masyarakat, termasuk hak atas energi.
Upaya elektrifikasi ini juga disebut sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan perwujudan keadilan sosial dari Aceh hingga Papua. “Negara harus menjamin keadilan energi. Ini bukan soal teknologi saja, tapi soal keadilan bagi rakyat,” tegasnya.
Langkah konkret dari program ini telah terealisasi. Pemerintah mencatat sebanyak 47.383 rumah tangga di 47 desa kini telah menikmati aliran listrik melalui program PLTS. Proyek ini tersebar di 11 provinsi dan diresmikan secara daring oleh Presiden Prabowo.
Total terdapat 47 unit PLTS yang dibangun, dengan kapasitas terpasang mencapai 27,8 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, 46 PLTS bersifat off-grid dan satu unit on-grid, disesuaikan dengan kebutuhan jaringan di masing-masing wilayah.
Pembangunan PLTS dilakukan melalui sinergi antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, PLN, serta dukungan dari sektor swasta. Pemerintah menyatakan bahwa kolaborasi ini akan terus diperluas untuk mempercepat target elektrifikasi desa hingga tuntas pada 2030.







