IndonesiaBuzz: Jakarta, 28 September 2025 – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menggelar pertemuan bilateral dengan negara-negara anggota BRICS Plus di Amerika Serikat, Jumat (27/9/25). Dalam pertemuan itu, Sugiono menyampaikan apresiasi atas dukungan solid BRICS terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Tadi juga rapat mengadres situasi yang terjadi di Palestina, dan kami juga menyampaikan terima kasih kepada dukungan negara-negara BRICS yang selalu konsisten dalam rangka membela dan mendukung perjuangan rakyat Palestina,” kata Sugiono dalam keterangan video, Sabtu (27/9/25).
Selain membahas isu Palestina, forum tertutup tersebut juga menyinggung reformasi organisasi multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sugiono menilai PBB perlu direformasi agar lebih relevan menjawab tantangan global seperti perubahan iklim hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Artificial Intelligence itu juga belum tercakup di dalam UN Chapter dan ada beberapa keinginan dari beberapa negara untuk mengembangkan keanggotaan Dewan Keamanan, baik anggota permanen maupun non-permanen,” ujarnya.
Isu pembangunan berkelanjutan (SDGs) juga masuk dalam agenda. Sugiono menyebut capaian SDGs masih jauh dari target. “Dari SDGs yang dilaksanakan hanya 15 persen targetnya yang saat ini on track. Ada kesenjangan pembiayaan antarnegara berkembang hingga mencapai USD 4 triliun,” jelasnya.
Menurut Sugiono, dibutuhkan komitmen politik dan mobilisasi sumber daya global, di mana BRICS Plus dinilai punya kapasitas besar untuk berperan.
Sebagai informasi, BRICS merupakan aliansi ekonomi beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Indonesia bergabung pada 2024 dan kini menjadi bagian dari BRICS Plus bersama Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran.(red)





