IndonesiaBuzz: Travel & Staycation – Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mencuri perhatian saat Debat Cawapres pada Minggu (21/1) lalu dengan menyebut salah satu desa wisata nomor satu di Indonesia. Desa yang menjadi sorotan tersebut adalah Desa Ketapanrame, yang terletak di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Gibran mengungkapkan kekagumannya terhadap Desa Ketapanrame, yang disebutnya sebagai desa wisata nomor satu se-Indonesia. Desa ini membanggakan karena dibangun dengan menggunakan crowd funding, di mana masyarakat desa memiliki saham di destinasi wisata mereka.
“Kemarin dapat penghargaan dari Pak Sandiaga Uno. Intinya ini adalah desa wisata dibangun dengan crowd funding. Jadi masyarakat desa punya saham di destinasi wisata tadi. Jadi ini salah satu contoh yang baik,” ujar Gibran.
Desa Ketapanrame berhasil meraih predikat desa wisata terbaik 2023 dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. Pendapatan desa yang berada di kaki Gunung Welirang ini mencapai Rp 3,5 miliar per tahun, sebagian besar berasal dari sektor pariwisata.
Desa ini memiliki berbagai objek wisata yang dikelola oleh BUMDes Mutiara Welirang, seperti wisata alam Air Terjung Dlundung, Sumber Gempong, kebun kopi, dan wisata petualangan jelajah hutan. Taman Ghanjaran dan Taman Kelinci menjadi bagian dari wisata buatan, sementara wisata budaya meliputi Tari Mayang Rontek dan Bedoyo Putri Mojosakti, serta kesenian bantengan, pencak silat, tari jaranan, barong, dan ganongan.
Selain itu, Desa Ketapanrame juga menawarkan wisata edukasi, seperti tanam padi di Sumber Gempong, wisata petik Jeruk Nagami, wisata petik Kopi Banggoel, produksi jamu, kerupuk samiler, tape, getuk, dan onde-onde.
Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin, menjelaskan bahwa pendapatan desa berasal dari tiket masuk wisata, tiket wahana, dan sewa kios atau stan. Laba bersih BUMDes Mutiara Welirang mencapai sekitar Rp 2,4 miliar, dengan target laba bersih dari sektor pariwisata sebesar Rp 3,5 miliar pada tahun ini.
Bisnis pariwisata yang berkembang pesat di Desa Ketapanrame turut memberikan dampak positif pada perekonomian penduduknya. Saat ini, 900 dari 1.800 rumah tangga di desa ini terlibat dalam sektor pariwisata, baik sebagai mitra pariwisata maupun yang tidak, sehingga memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Desa Ketapanrame berhasil menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.







