IndonesiaBuzz: Bantul, 28 Juli 2025 – Tarian tradisional Suka Parisuka dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menjadi daya tarik dalam berbagai acara budaya. Lebih dari sekadar hiburan, tarian ini sarat makna filosofis tentang kebersamaan, suka cita, dan kerukunan hidup masyarakat Jawa.
Diciptakan pada tahun 2022, tarian Suka Parisuka yang berarti “suka-suka” dalam bahasa Jawa mengambil tema kehidupan petani pedesaan. Dengan gerak dinamis namun tetap lembut, para penari mengekspresikan rasa syukur dan kegembiraan dalam menjalani aktivitas bertani. Warna-warni kostum yang dikenakan turut memperkuat pesan tentang keberagaman yang berpadu dalam harmoni.
“Makna utama dari tarian ini adalah menyampaikan pesan tentang pentingnya hidup rukun dan saling membantu,” ujar Sri Wahyuni, salah satu penari Suka Parisuka, saat ditemui usai pementasan di Bantul, Selasa (22/7/25).
Menurut Sri Wahyuni, tarian Suka Parisuka kerap dipentaskan dalam berbagai acara adat, penyambutan tamu, hingga perayaan budaya di wilayah Bantul. Selain menjadi hiburan, tarian ini juga dianggap sebagai media pendidikan budaya bagi generasi muda, khususnya dalam menanamkan nilai gotong royong dan toleransi.
“Dengan menari Suka Parisuka, anak-anak belajar tentang kebahagiaan yang lahir dari kebersamaan,” tambahnya.
Diiringi alunan musik gamelan khas Jawa, tarian Suka Parisuka tak hanya menjadi simbol rasa syukur petani, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah modernisasi dan perubahan zaman.







