IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 12 September 2025 – Petilasan Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi, masih menjadi saksi bisu kedahsyatan letusan 2010 silam. Di lokasi inilah makam almarhum Mbah Maridjan berada, setelah dirinya gugur diterjang awan panas yang melanda kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman.
Mbah Maridjan yang kala itu berusia 83 tahun ditemukan meninggal dunia pada 26 Oktober 2010, di rumahnya yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak Merapi. Sosok yang dikenal setia menjaga tradisi dan amanah Kraton Yogyakarta itu kini dimakamkan di petilasan yang tak jauh dari kediamannya.
Hingga kini, makam Mbah Maridjan kerap diziarahi warga maupun wisatawan yang datang ke Kinahrejo. Mereka tidak hanya mendoakan almarhum, tetapi juga ingin melihat langsung jejak letusan Merapi 2010 yang mengubah wajah kawasan tersebut.
Selain makam, kawasan petilasan juga menyimpan peninggalan lain yang rusak akibat awan panas, seperti sisa rumah, gamelan, hingga kendaraan yang ikut luluh lantak diterjang erupsi. Kini, lokasi tersebut dijadikan destinasi wisata sejarah dan edukasi bencana.
Letusan Merapi 2010 tercatat sebagai salah satu yang terdahsyat dalam sejarah. Ribuan warga harus dievakuasi, ratusan jiwa menjadi korban, dan sebagian besar lereng Merapi berubah menjadi lautan abu vulkanik. (Zafran Al/koresponden Sukoharjo)







