IndonesiaBuzz: Madiun, 19 Agustus 2024 – Maidi, mantan Walikota Madiun dan calon Walikota (Bacawali) pada Pilkada Kota Madiun 2024, menghadiri acara peringatan Hari Kemerdekaan RI di RT 22 RW 05, Kelurahan Kanigoro, Kota Madiun, Sabtu (17/8/2024) malam.
Dalam sebuah video yang beredar, pada acara tersebut, Maidi tampak berbaur dengan warga setempat dan menyampaikan perjalanan kariernya dari Kepala Sekolah hingga menjadi Walikota.
Dalam paparannya, Maidi menceritakan perjalanan kariernya, mulai dari menjadi Kepala SMA 2 Kota Madiun, kemudian berlanjut di Dinas Pendidikan.
“Di Dinas Pendidikan itu, saya membangun SMA 3, setelah itu di Dispenda dan menjadi Sekda. Sekda membuat negeri Polteknik selama 7 tahun,” ujar Maidi.
Ia juga mengklaim telah mendirikan Politeknik Kereta Api yang berlokasi di depan Yonif 501 Madiun. Selain itu, ia menyatakan bahwa selama masa kepemimpinannya sebagai Walikota, ia berhasil membawa 6 hingga 7 ikon negara ke Kota Madiun.
Namun, pernyataan Maidi tersebut menuai pro dan kontra. Salah satunya datang dari Ketua LSM Garis Pakem Mandiri, Rohman S. Ia membantah klaim yang disampaikan oleh Maidi.
Menurut Rohman, banyak prestasi yang diklaim Maidi sebenarnya telah dicapai oleh Walikota sebelumnya.
“Kepemimpinan Kota Madiun pada era orde baru di antaranya ada Drs. Marsoedi yang telah memimpin 2 periode yang telah memperluas wilayah Kota Madiun dari 1 kecamatan menjadi 3 kecamatan,” ungkap Rohman, Senin (19/8/2024). “Setelah itu ada Masdra M. Jasin yang telah membangun Jalan Agus Salim seperti Jalan Malioboro,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia juga menyebutkan, pada masa kepemimpinan Bambang Pamoedjo, salah satunya telah membuat jalan terobosan Pelita Tama hingga Letkol Suwarno.
Kemudian, di masa Wali Kota Achmad Ali, berhasil meningkatkan Dana Alokasi Umum (DAU) hingga ratusan miliar, dan membangun ring road. Selain itu, Achmad Ali juga berhasil memperbaiki stadion.
Berikutnya, masa pemerintahan Kokok Raya berhasil menyempurnakan pembangunan ring road dengan membangun fly over. Tak hanya itu, sejumlah investor dan pembangunan mall Sri Ratu dan Matahari juga pada saat Kokok Raya menjabat sebagai Wali Kota Madiun.
Setelah itu, di bawah kepemimpinan Wali Kota Bambang Irianto, SDM Kota Madiun berhasil mengalami peningkatan, yakni di sektor pendidikan, kesehatan, dan pendapatan.
Bambang Irianto juga berhasil mendatangkan investor hingga terbangunnya Sun City beserta mall-nya, hingga sejumlah hotel besar, seperti Aston, Amaris dan Mercure.
Selain itu ada dorongan masyarakat yang mengharapkan adanya universitas negeri di kota Madiun. Akhirnya, di era Bambang Irianto ini Politeknik Madiun berhasil menjadi negeri, selain itu didirikan juga Akademi Perkeretaapian Indonesia (API).
Rohman menambahkan, jabatan kepala dinas maupun Sekda tidak memiliki kewenangan langsung untuk membuat kebijakan strategis seperti yang diklaim Maidi.
“Menurut saya yang dilontarkan paslon Maidi di Kanigoro tersebut, bisa dibilang kebohongan publik,” tegas Rohman.
Kontroversi ini mengundang perhatian publik menjelang Pilkada Kota Madiun 2024. Selain itu, peristiwa ini juga memperlihatkan betapa pentingnya keakuratan dalam mengklaim pencapaian di ranah politik. @indonesiabuzz







