IndonesiaBuzz : Madiun, 2 November 2026 – Gangguan longsor di jalur kereta api wilayah Daop 9 Jember menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, termasuk KA yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun, Senin (2/11/2026).
Setelah dilakukan penanganan sejak laporan diterima pukul 11.05 WIB, jalur Km 32+2 antara Stasiun Kalibaru (Kbr) dan Stasiun Mrawan (Mrw) kembali dapat dilalui mulai pukul 14.10 WIB dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam.
KAI menerima laporan kejadian dari masinis KA Sritanjung yang mendapati material tanah longsor menutup jalur di petak Kalibaru–Mrawan. Petugas prasarana bersama tim terkait langsung melakukan pembersihan material dan perbaikan darurat untuk memulihkan kondisi lintasan.
Setelah pemeriksaan prasarana memastikan jalur aman, KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap menjadi kereta pertama yang melintas. Kereta tersebut berangkat dari Stasiun Kalibaru pukul 14.12 WIB dengan keterlambatan 121 menit, sedangkan KA 7043A Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung diberangkatkan dari Stasiun Ketapang pukul 15.00 WIB tepat waktu.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pemulihan jalur dilakukan dengan tetap menerapkan prosedur keselamatan. Pembatasan kecepatan diberlakukan karena petugas masih harus memastikan stabilitas prasarana di lokasi longsoran.
“Alhamdulillah, penanganan longsoran di Km 32+2 petak jalan Kalibaru–Mrawan telah selesai pada pukul 14.10 WIB. Setelah melalui pemeriksaan kondisi prasarana, jalur dinyatakan aman dan dapat kembali dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam. KA pertama yang melintas adalah KA 160 Wijayakusuma pada pukul 14.12 WIB. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian karena keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama,” ujar Tohari.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali Operasional Perjalanan KA (Pusdalopka) pada pukul 15.17 WIB, dampak gangguan masih dirasakan sejumlah perjalanan. KA Logawa relasi Ketapang (Banyuwangi)–Madiun–Purwokerto tercatat terlambat 208 menit saat memasuki Stasiun Bangil pukul 14.31 WIB, dengan estimasi tiba di Madiun pukul 18.35 WIB.
Sementara itu, KA Sritanjung relasi Ketapang (Banyuwangi)–Madiun–Lempuyangan mengalami keterlambatan 334 menit saat berjalan langsung di Stasiun Arjasa pukul 15.05 WIB, dengan perkiraan tiba di Madiun pukul 22.33 WIB.
Tohari menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak dan mengapresiasi kerja petugas di lapangan. KAI juga tetap menempatkan personel di lokasi untuk memantau kondisi jalur serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kelancaran operasional.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan ini. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan. KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api. Semangat kami adalah terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Tohari.
KAI mengimbau penumpang untuk memeriksa informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center KAI 121, maupun kanal resmi lainnya. Pelanggan juga diminta mengikuti arahan petugas selama berada di stasiun maupun di dalam kereta. (@Arn/Hms)





