IndonesiaBuzz: Surakarta, 18 Juni 2025 – Di balai kelurahan, suasana tampak menggantung: koperasi kelurahan yang dulu sepi itu mendadak disorot lantaran satu kabar menggembirakan.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengumumkan inisiatif pembentukan 54 koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan Kota Solo. Namun jangan berharap semua mendapat dana awal Rp 800 juta. Dana tersebut akan dialokasikan secara selektif, sebagai pilot project, bukan untuk semuanya.
“Koperasi Merah Putih kelurahan ora ono duite, nek ora nyambut gawe,” kata Respati, menyiratkan bahwa aliran modal tak otomatis dicairkan tanpa aktivitas nyata.
Dari pagu Rp 800 juta di APBD‑P 2025—nominal terbesar kedua setelah dana Badan Gizi Nasional—hanya dua atau tiga koperasi saja yang akan dipilih untuk mendapat suntikan penuh. Beberapa lain mungkin hanya Rp 10 juta, atau maksimal Rp 100 juta, tergantung kesiapan setelah bimbingan teknis.
Modelnya menyerupai BUMD di tingkat kelurahan, di mana lurah menjadi pengawas ex‑officio dan warga setempat menjadi pemilik saham. Macam‑macam jenis usaha pun dibuka, dari toko kelontong hingga kerja sama dengan distributor besar seperti Mayora dan Unilever.
Menurut Kepala Dinas Koperasi, UKM & Perindustrian Kota Solo, Wahyu Kristina, proses bimbingan teknis dan standarisasi SOP tengah disiapkan menjelang peluncuran pada 27 Juli 2025. Setelah itu, evaluasi dilanjutkan pada Oktober, sebelum aktivasi secara umum.







